Home » , , » ETIKA BERSIN DALAM ISLAM

ETIKA BERSIN DALAM ISLAM



Kita pasti pernah bersin, sebelum bersin biasa hidung terasa gatal da nada hentakan nafas yang kuat hingga terdengar hacih. Tahukah anda bahwa sesungguhnya bersin itu di sukai Alloh SWT, di dalam bersin terdapat Rahmat yang besar yaitu keluarnya mikroorganisme atau bakteri di dalam tubuh.
Maka ketika kita mendengar seseorang bersin maka kita harus mengucapkan Alhadulillah dan Yarhamukalloh
Seperti dikutip dari hadist berikut:
Rasululloh SAW, bersabda:
“Ababila salah seorang dari kalian bersin, hendaknya dia mengucapkan, “alhamdulillah” sedangkan saudaranya atau temannya hendaklah mengucapkan, “yarhamukallah (Semoga Allah merahmatimu). Jika saudaranya berkata ‘yarhamukallah’ maka hendaknya dia berkata, “yahdikumullah wa yushlih baalakum (Semoga Allah memberimu petunjuk dan memperbaiki hatimu).” (HR. Bukhari no. 6224 dan Muslim no. 5033)
Lalu bagaimana etika ketika bersin?
Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, dia berkata :
“Apabila Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersin, beliau menutup wajahnya dengan tangan atau kainnya sambil merendahkan suaranya.” (HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi, dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no. 4755).

Seperti hadist di atas maka etika bersin adalah sebagai berikut:

Ø  Merendahkan suara.
Menutup mulut dan wajah.
Tidak memalingkan leher.
Mengeraskan bacaan hamdalah,


/>

0 komentar:

.comment-content a {display: none;}