thumbnail

KATA - KATA KECEWA TERHADAP SAHABAT - INI YANG NAMANYA SAHABAT?

Kadang kala ada waktu dimana kita marah dengan tindakan sahabat/teman dekat kita. Entah itu masalah kecil atau besar. Bisa jadi hanya salah faham saja…
Tapi pernah gak sih sahabat kamu curangin kamu??? Terus dia nusuk kamu dari belakang? Orang yang kita anggap sahabat, orang yang kita sayang dan banggain ternyata tega nyakitin kita dan dia gak brasa atau gak sadar…kesal pasti donk. Mau ngomong susah juga malah panjang urusannya. Kadang menyindir dengan cara tepat bisa buat dia ngerasa biar sadar…
Ini dia beberapa kata kecewa terhadap sahabat/teman dekat kita:










thumbnail

KANGEN SAHABAT - KAPAN KITA BERJUMPA?

Saat itu aku hendak pergi mengirimkan barang pesanan, propesiku sebagai pedagang online membuatku menjadi owner sekaligus kurir pengantar barang, jika menyuruh kurir harus ada tambahan ongkos. Hal yang aku lakukan adalah agar konsumen merasa tidak terbebani dengan ongkir, maka dalam kota aku antar dengan free ongkir. Perjalanan agak jauh saat itu menempuh waktu sekitar 30 menit. Di perjalanan aku teringat seorang sahabat, aku melihat tempat waktu kita berteduh saat hendak pulang dari kopdar. Sahabatku mengantarku padahal dia lagi sakit, kini kabarnya tak terdengar berasa ada perasaan rindu ingin berjumpa dan mengetahui kabarnya. Sahabatku yang satu ini mempunyai kebiasaan yang agak jorok, anti air alias jarang mandi. Dia juga sedikit amnesia alias pelupa, tapi hal yang tak pernah aku lupa dia adalah orang yang baik. Dari jaman kuliah saat bimbingan ke dosen aku tentu selalu pergi sama dia. Apa kabarnya ya tak terdengar kabar dari sahabat ku yang satu ini, ingin rasanya menyapa walaw hanya lewat medsos atau telpon tapi komunikasi terputus. Kelak ternyata kita akan merindukan mereka yang berjuang bersama kita dan membantu kita dengan tulus, dan masa lalu masa kita sering berjumpa hingga datang saatnya begitu sulitnya kita berjumpa meski hanya sekedar menanyakan kabar. Kawan aku merindukanmu, semoga kamu baik – baik saja, ingat ya di masa lalu. Kita pernah nyasar hingga 3 kali, tertawa bareng di perjalanan karena mau nyelip truk gak jadi karena kehabisan bensin, untuk kita tak celaka. Kita juga di tilang rasanya apes banget saat itu, kita juga pernah main ke tempat wisata. Kamu baik tak pernah menghitung berapa banyak yang pernah kamu lakukan untukku. Oh ya, kita juga pernah pulang malam bareng, saat tugas kuliah yang menumpuk dengan sabar kau menungguku dan mengantarku pulang. Oh Tuhan, jalan ini benar-benar membuat ku rindu pada sahabatku, aku titip dia padaMu jaga ia, lindungi ia dan cintai ia. Dia juga rajin sekali shalatnya setidaknya dia selalu mengingatkan tentangMu, dia baik hanya saja dia jarang mandi, semoga semakin tua dia semakin rajin buat mandi. Kapan ya aku ketemu lagi? Sahabat baik memang selalu ngangenin …love u

thumbnail

CARAKU MENCINTAIMU - SAHABAT

Tuhan terimakasih Kau telah anugerahkan sahabat terbaik dalam hidupku, yang mampu membuat sesuatu yang sederhana dari sebuah kekonyolan bisa menjadi momen yang bahagia dan berbagi tawa, dari hal yang biasa mampu memberikan rasa gembira dan melepas rindu. Aku bersyukur dulu mengenalnya, aku bersyukur karena aku memiliki waktu untuk bersamanya di masa itu, dan aku juga bersyukur pernah sedekat itu. Namun bukan karena benci aku pergi, bukan karena kesal aku pergi. Banyak kejadian yang membuat dia sedih ketika aku masih bersamanya, ada yang bilang “tak ada persahabatan yang murni antara laki-laki dan perempuan pasti tersimpan rasa”. Memang benar saja kata-kata itu, aku menaruh hati terhadap sahabatku sendiri.
Ada hal-hal yang pernah terjadi, ketika dia memiliki pasangan selalu terjadi pertengkaran karena kehadiranku, berusaha aku pergi menjauh darinya tapi dia selalu menahanku dan aku tetap di sampingnya. Aku kadang memang cemburu tapi aku tak punya hak untuk cemburu apalagi marah, bukan hak ku untuk bersikap demikian. Kami bersama dari jaman kami menuntut ilmu, kami bahagia karena kami selalu berbagi.
Tapi aku pergi saat ini, aku hanya ingin melihat pelangi di senyum bahagia nya, dalam harapannya menanti kekasihnya. Aku pergi bukan karena terbakar api cemburu, atau aku benci. Tapi saatnya aku pergi, untuk membiarkan sahabatku bahagia dengan pilihan hatinya. Mungkin dia sudah bosan menahanku untuk tetap di sampingnya, namun bukannya aku tak peduli, justru karena aku peduli dan memilih pergi, aku tenang karena kini dia yakin dengan pilihan hatinya, aku tenang kini dia mendapatkan pendamping dalam hidupnya. Hal yang ingin aku beritahukan lewat kepergianku ini hanyalah, jadikanlah kekasihmu sebagai sahabatmu. Maka aku yakin dia akan merasa nyaman dan tak akan pernah membutuhkan aku lagi.
Tugasku untuk menemani sahabatku telah selesai, aku bahagia jika memang dia bahagia. Hanya ini yang bisa aku lakukan membuatnya bahagia tanpa menjadi pengganggu dalam hidupnya.
Jangan sampai ada pertengkaran diantara mereka karena kehadiranku, aku sahabatnya aku yakin dia mengerti apa yang aku lakukan. Jika memang persahabatn ini kuat dia akan mengerti jika aku pergi untuk kebaahagiaanya bukan untuk meninggalkannya sendiri. Aku pergi inilah saat sulit dalam hidupku sebuah pilihan yang menguras emosi dan air mata, di satu sisi aku sakit kehilangan dia dan tak terbiasa tanpa dia, namun di sisi lain aku tak punya hak untuk menahannya di sampingku karena dia juga berhak untuk bahagia. Meski dia pernah mengatakan dia menyimpan rasa yang sama, tapi aku yakin ini hanyalah sebuah kekeliruan kenyataanya aku tak bisa membuatnya tenang di sampingku. Aku selalu membuatnya marah akhir-akhir ini. Mungkin benar aku hanyalah menjadi benalu jika selalu berada di sampingnya. Aku hanya ingin dia nyaman dan bahagia, aku yakin bukan dengan ku dia akan bahagia.
Dear sahabat…..
“setelah ini kita tak akan pernah memiliki waktu untuk bersama lagi, ngobrol bareng, jail satu sama lain, tertawa lepas dan melakukan kekonyolan-kekonyolan seperti biasa. Aku selalu teringat tentang semua tindakan jailmu yang selalu menakutiku bila pulang malam dan lewat kuburan, kamu matikan motornya dan tertawa menirukan kunti lanak, di sana aku menjerit-jerit dan memukul-mukul pundakmu, kemudian saat membangungkan ku lewat telpon di jam 12 membuatku kaget dengan kabar buruk yang teryata hanya keisengan belaka. Dan aku juga selalu ingat tentang semua kejailanku, yang membawa kunci motormu lalu kamu pulang mendorng motor hingga rumah dengan jarak yang lumayan jauh. Dan hal yang paling aku rindukan adalah bila malam datang aku selalu teringat dulu kita sering habiskan waktu hanya untuk mengobrol di depan kolam ikan, berbagi cerita tentang kerasnya hidup dan aku selalu mendengar deretan pacarmu yang sedang kamu kagumi. Di sini , saat ini aku melepas rindu dengan menulis tentangmu, setidaknya meski kau banyak sekali pacarnya tapi aku selalu menilaimu baik. Karena sikapmu padaku, aku juga rindu omelanmu, kemarahanmu. Iya benar, kita tak mungkin selalu bersama ada saatnya kita berpisah. Kita tak sehangat dulu lagi, mungkin sudah tak ada lagi aku yang selalu kamu omelin , kadang aku selalu tersenyum ketika kamu ngomel-ngomel gak karuan. Kamu lucu hanya jika aku ketiduran ketika kita berkomunikasi lewat telpon genggam kamu marah, menuduhku membencimu padahal kamu tahu aku ini pelor “tiap nempel bantal pasti molor” padahal julukanmu padaku menyebutkan bahwa aku dewa tidur. Iya banyak sekali, aku juga selalu ingat kamu begitu peduli dan perhatian. Aku sebenarnya jika bisa memilih ingin di sampingmu dan menemanimu, namun bahagiamu tentu bukanlah aku. Kadang ketika aku ingin pergi aku takut dosa karena memutuskan silaturahmi dan selalu ingat pesan Sayidina Umar bin Khatab “orang bodoh adalah yang tidak memiliki teman dalam hidupnya, dan orang yang paling bodoh lagi adalah orang yang melepaskan sahabat dalam hidupnya” tapi cerita kita berbeda , tak banyak orang yang tau tentang kita. Bagaimana pandangan orang-orang yang sempat hadir dalam hidup kita. Orang yang kita sakiti tanpa kita sengaja, yaitu orang-orang yang menjadi kekasihmu sahabat. Iya keputusan ini begitu menyakitkan tak mudah melepaskan orang terbaik yang pernah singgah di hati kita. Aku ingat akan perjalananku di ibu kota, betapa manjanya sikapmu karena ingin di poto dengan gaya paling kece dan aku tak bisa mengabadikanya karena aku bukan orang yang pandai menggambil gambar, sahabatku ingat ini, aku tak pernah sedikitpun membencimu, aku ingin kamu bahagia, aku ingin kamu menggapai mimpimu. Hanya lewat doa dan aku sampaikan pada Sang pemilik kehidupan yang pernah memberiku kesempatan untuk mengenalmu, aku lepaskan rindu lewat doa dan aku berharap kamu bahagia. Sebagai sahabat aku belum bisa membuatmu bahagia. Tak ada rindu yang paling besar selain mengingat betapa banyak nya waktu yang kita habiskan bersama. Aku orang beruntung Allah memberiku bahagia lewat kehadirnamu. Kamu milik Allah, atas kehendak Allah kita bersama dan atas kehendak Allah kita berpisah, namun semoga Allah memelihara kita dalam kebaikan. Dan ingat sahabatku aku pergi bukan untuk meninggalkanmu, tapi aku pergi karena aku tahu ada orang yang akan menjadi sahabatmu dalam suka dan duka untuk menemani perjalanan hidupmu hingga berhadapan dengan Sang Maha Hidup. Itulah dia yang akan mendampingimu, pilihan hatimu kekasih hatimu dan sahabat jiwamu. Rinduku selalu aku sampaikan pada Tuhanku yang telah menanamkan rasa ini dalam hatiku, tapi aku percaya bahwa cinta bukanlah sebuah keegoisan untuk memiliki dan memaksa untuk tetap bersama, tapi cinta adalah kebebasan agar tak ada tekanan dalam kehidupan yang dapat melahirkan kenyamanan dan kebahagiaan. Sahabatku jaga diri baik-baik, pesan ku jangan minum kopi aku mohon, dan jangan sering makan mie instan. Semoga kamu selalu ada dalam lindungan dan penjagaan Allah Swt. Aku pergi karena aku ingin kamu bahagia”
Kelak kita akan tahu bagaimana cara bersyukur kepada Allah karena telah mempertemukan kita dengan seseorang. Allah mempertemukan kita dengan seseorang, dengan suatu alasan dan ada yang menetap selamanya dan ada yang singgah untuk sementara. Allah yang mempertemukan kita. Tak ada yang sia-sia.

Kelak kau kan mendapatkan sahabat sejati yang bisa membuat hatimu tentram yang bisa menjadi belahan dalam jiwamu, dan dia adalah pilihan hatimu kekasih jiwamu. Aku tak bisa memberimu bahagia, hanya dengan cara membiarkanmu bahagia dengan kekasih hatimu itulah caraku mencintaimu, biarkan cinta dan rindu ini aku serahkan kepada Sang Penguasa hati

thumbnail

CINTA BANYAK BENTUKNYA SALAH SATUNYA DENGAN MELEPASKANNYA

Ini ceritaku, awalnya hanya ada canda , kebersamaan, tawa , bahagia dan menangis bersama. Bersamanya seolah lengkap kehidupan ku. Tak ada hal yang aku cari lagi dalam hidup ini, kenyamanan, kebahagiaan menjadi warna saat kami bersama. Bersama mengejar mimpi, bersama berbagi cerita, melepas rindu dengan candaan. Kami bersahabat dan kami bahagia, seiring usia kami bertambah kamipun di tuntut satu sama lain untuk menikah. Namun aku bingung, aku merasa tak perlu mencari pendamping hidup, sahabatku seolah telah menyempurnakan hidup ku. Aku terlalu merasa nyaman dengan keadaan, tak sadar bahwa semua akan berakhir buruk seperti ini.
Awal retaknya hubungan kami, saat aku memberitahu bahwa aku berkenalan dengan seorang laki-laki yang siap mengajakku menikah, tapi aku tegaskan tidak mau karena aku tak pernah menaruh hati pada laki-laki itu. Namun sahabatku menanggapinya dengan berbeda dia berkata “ inilah bahagiamu, aku tak akan menghalangimu lagi. Menikahlah kamu pantas bahagia, jangan tunggu jodoh kita datang bersama, itu hal mustahil. Kamu harus bahagia” aku ingin sekali jawaban dia tak seperti itu, lalu aku balas dengan pura-pura saja menuruti apa katanya “ok kalo gitu, aku akan nikah dengan dia. Kan kamu sudah kasih ijin”
Hari terus berlalu, aku merasa ada yang salah dengan sahabatku, dia terasa begitu jauh tak lagi sedekat dulu. Namun aku bersikap seolah tak terjadi apa-apa. Memang sahabatku aneh, dia selalu marah jika aku dekat dengan orang lain. Namun biasanya sikapnya akan berubah menjadi baik dalam beberapa hari.
Hari dimana aku bertemu pertama kalinya dengan kenalan yang di kenalkan oleh rekan kerjaku, namanya Pratama, di poto dp bbm wajahnya laki banget, seperti orang yang tegas wajahnya agak serem. Aku rahasiakan ini dari sahabatku, karena aku selalu ingat sahabatku pacarnya banyak tak terhitung, karena factor usia aku berusaha untuk mencari pendamping hidup meski memang aku merasa tak selera karena hatiku sudah mentok tertaut pada sahabatku, namun keadaan ini seolah memaksaku agar aku melakukan hal yang sama dengan sahabatku memiliki pacar bahkan sampai kejenjang pernikahan.
Saat itu Pak Pratama datang, aku menunggunya di rumah. Kami bersalaman, ada yang janggal dari cara dia berbicara, hatiku kaget bukan main. Cara dia berbicara geli sekali, bibir dan matanya seperti wanita genit, centil sekali. Hatiku berkata “sabar liat dulu cara jalannya dari belakang, jangan menilai terlalu cepat.” Kami ngobrol-ngobrol sekitar setengah jam, dia terus memainkan hp nya sambil berbincang dengan ku, namun gayanya yang genit semakin membuatku bertanya “apakah dia seorang laki-laki? Atau laki-laki setengah wanita?” tapi aku tetap bersabar hingga akhirnya ia berkata dengan gaya paling genit yang aku lihat dan bikin kaget “ bu, kita makan bakso yu! Tapi bakso nya yang enak!”. Cara dia berbicara, matanya yang mengedipkan sebelah mata dan cara nya yang feminim semakin membuatku takut. Lalu aku iyakan saja saat itu, aku sengaja berjalan di belakang dia ternyata cara jalannya sedikit goyang gak tegap seperti laki-laki. Aku masih bersabar dan menenangkan diri membuang rasa geli dan takut yang hinggap, di perjalanan aku di bonceng sama dia, aku kalo di bonceng ama laki senengnya kebut-kebut tapi ini gak, melaju seperti kakek-kakek yang udah agak rabun. Aku terus menenangkan diri aku yakin dia laki-laki tapi mungkin caranya seperti itu. Tibalah kita di tempat makan bakso, kami makan bakso berdua cara dia memakan bakso lama banget, lebih dari aku yang aku sendiri termasuk lelet kalo makan, aku perhatikan gerik mata dan bibirnya, tak henti aku memperhatikan cara bicaranya. Memang menyenangkan dia senangnya bercanda tapi yang serem apakah dia laki-laki?. Tiba-tiba saat kami makan bakso sahabatku mengirim pesan “dimana?”. Aku jawab saja “ kemana aja gak ada kabar, aku tunggu kamu dari tadi gak ngasih kabar, aku sih tidur aja gak kemana-mana?”. Padahal bohong berharap dia gak tahu, tapi aneh perasaan takut banget dia tahu. Setelah selesai makan bakso aku di antar pulang oleh Pak Pratama kesan pertaman masih janggal. Sepertinya rekan kerjaku salah ini, katanya Pak Pratama cari istri, tapi aku jadi takut sendiri.
Pertemuan kami menjadi rahasia yang belum diketahui sahabatku, aku takut sebenarnya, aku pernah hampir menikah di bulan Juni, namun sahabatku marah-marah dengan hubungan ku. Aku sengaja mencari pasangan karena saat itu juga aku tahu dia punya rencana menikah dengan salah satu pacarnya, aku sedih jika dia meninggalkan aku sendiri . makanya meski tak cinta aku selalu berusaha mencari orang lain agar aku mampu berpaling dari sahabtku, tapi usaha ku selalu gagal. Rencanaku saat itu aku batalkan secara sepihak, karena aku tak mau sahabatku marah-marah. Dan ternyata sahabatku juga gagal memiliki rencana pernikahan nya itu. Saat itu kami merasa lebih dekat.
Hingga sampai dia bertanya padaku, “ kamu tak cerita bagaimana perasaan kamu berkenalan dengan Pak Pratama?”. Aku pikir ini tidak akan menjadi awal yang buruk, makanya aku jujur dan berkata aku coba memperlihatkan poto dari Pak Pratama, awalnya dia biasa datar tak ada respon yang berarti. Tapi lama-lama dia mulai mengejek Pak Pratama wajahnya jelek inilah dan itulah. 2 minggu dia marah-marah gak jelas, akhirnya tepat hari selasa kami baikan kembali. Lalu berita yang menyakitkan itupun datang.
Dia mengirim pesan ketika aku di tempat kerja “ lagi apa. Aku sekitar 5 bulan lagi akan menikah!”. Aku saat itu masih santai dan menjawab “ Alhamdulillah akhirnya kamu menikah juga, semoga bahagia ya. Jangan lupa nanti jangan pernah nganggap aku orang lain, kalo ada acara apa-apa kasih tau saya”. Dia menjawab ini dan itu panjang lebar dia menceritakan wanita itu, hingga akhirnya dia perlihatkan poto wanita itu lewat pesan di sosmed. Akhirnya dadaku terasa sesak, wajahku panas, emosiku memuncak rasa takut kehilangan dan sedih benar-benar menguasai diri aku. Hingga aku menjawab “ pergi jauh, jangan pernah hubungi ku lagi. Awas kamu jangan pernah nghubungiku lagi.” Lalu dia menjawab “ kamu kenapa?”. Oon nya aku malah bilang “ kamu enak nikah, aku gimana? Selama ini aku bahagia karena kamu ada, kini aku harus siap kehilangan kamu . aku butuh waktu untuk menyembuhkan hatiku.” Sejadi-jadinya aku nangis hilang semua konsentrasiku, berasa mendapat kabar yang paling buruk. Lalu sahabatku meminta maaf dan janji akan menemaniku dan rencana pernikahannya di tunda. Aku tak percaya sama sekali tak percaya saat itu aku masih di kuasai amarah dan sedih yang membuatku berkata bodoh. Hingga akhirnya aku putuskan untuk menjauh.
Saat menjauh itulah aku berfikir banyak hal, bahwa cinta banyak bentuknya salah satunya adalah melepaskannya, jika aku tak mampu membuatnya nyaman dan bahagia, maka aku tak berhak mengahalangi kebebasannya untuk hidup bahagia. Dan saat itu aku pun berfikir banyak hal, betapa egoisnya aku jika aku memaksa dia untuk tetap hidup bersamaku sementara dia telah memiliki pilihannya sendiri. Dan tak adil rasanya jika aku menahan seseorang yang akan memulai hidup baru dengan orang lain, karena rasa takut aku tak mampu bahagia bersamanya. Aku hanya berfikir tentang bahagiaku dengannya, tapi tak berfikir bahagia dia dengan pilihannya. Aku menenangkan diri, aku ingin aku normal seperti biasa tanpa rasa, ketika cinta datang, aku sulit menempatkan perasaan ini hingga aku tak bisa mengendalikan hati dan perasaanku. Hingga akhirnya aku berusaha menghubunginya walaupun sulit, dan aku meminta maaf telah berbuat salah, aku telah bodoh dengan marah tak karuan.
Aku memang mencintainya, tapi aku tak mau menahannya untuk tetap di sampingku, jika ini akhir dari kebersamaan kita selama ini maka aku ikhlas jika memang ini adalah salah satu kebahagiaanya. Setidaknya dia pernah menjadi bagian terpenting dalam hidupku. Mungkin memang kita akan menuju pada takdir dan impian kita masing-masing. Tak selamanya rasa yang sama dan selalu bersama, kita akan berjuang untuk masa depan dengan tujuan yang sama, dan ternyata mimpi kita berbeda. Kadang orang yang menggenggam tangan kita dan mengajak kita berjuang adalah orang yang tak kita sangka kehadirannya. Maka setelah ini, aku pun berusaha menyambut tangan Pak Pratama dan mengahargai semua usahanya dengan berusaha menerima kekuranggannya dengan sikapnya yang feminim, mungkin ini akan menyembuhkan lukaku. Karena yang membuatku pergi adalah aku tak bisa membuat sahabatku tertekan dengan sikapku, memang selama ini aku bersikap tenang ketika dia dengan bebasnya berbicara tentang semua pacar-pacarnya, tapi kali ini berita yang aku dengr membuatku sadar bahwa cinta memang tak harus selalu bersama. Dan aku akan berjuang bersama orang yang akan memperjuangkanku, berusaha dengan menerima kehadiran orang yang baru. Namun memang meski aku bingung, sahabatku pernah berkata bahwa dia memiliki perasaan yang lebih, namun aku berfikir mungkin aku bukan tempat terkahir bagi dia, aku bukan tempat yang nyaman bagi dia, tak sama apa yang aku rasakan semua berbeda. Semoga cinta mampu bersikap bijak dan memberi keuputusan yang tepat. Semua bukan tentang keegoisan kita, tapi semua tentang bagaiamana dengan kebahagiaan dia?

Kita buka hati kita, akan ada cinta yang baru yang akan menyambut kehadiran kita. Dan jangan sampai persahabatan berantakan karena kasih yang tak sampai

thumbnail

SEKELUMIT KISAH CINTA YANG RUMIT - CINTA DAN PERSAHABATAN

Dalam hidup kadang kita tak sadar kita akan mencintai siapa? Orang yang sempurna yang selalu kita inginkan, atau orang yang bergelimang dengan harta atau bahkan dengan orang biasa yang kadang selalu di anggap sebelah mata. Kadang kita tidak mengetahui cinta datang sejak kapan dan bagaiamana bisa jatuh hati. Cinta itu tidak melihat siapa orang yang kita cintai itu seperti apa.
Sekelumit kisah rumit tentang cinta dan persahabatan yang aku jalani hampir menyita seluruh perhatian dalam hidupku. Bagaimana tidak? Aku jatuh hati pada sahabatku sendiri, sejak dulu saat kita masih menuntut ilmu hingga berjuang memperjuangkan nasib selalu bersama. Komunikasi terjalin dengan baik, serasa lengkap hidupku hingga aku tak tertarik mengenal pria lain dalam hidupku. Hidupku serasa lengkap dan sempurna dengan hadirnya, bertemu dengannya serasa lepas semua bebanku, mendapat kabar darinya sehari serasa suntikan semangat yang membuat hari semakin menyenangkan. Aku sadar menyayanginya telah lama, aku pun merasa dia begitu namun aku selalu ragu, dia memang baik, perhatian dan penuh kasih sayang dan selalu membelaku. Namun sejenak aku terhenti teringat kelakuannya yang suka dengan banyak wanita, makiannya ketika ia sedang marah seolah rasa dan yakin ku sirna. Aku mengubur semua yang aku rasa dan menganggap dia hanya sahabat dalam hidup, kelak kita akan menemukan pasangan kita masing-masing dan mendapat sahabat terbaik hingga menuju akhirat. Aku berpikir mungkin dia dan aku hanya sebatas sahabat atau saudara saja.
Saat itu, dia di mutasi ke luar kota tepatnya dekat dengan salah satu pantai di Jawa Barat, dia meminta tolong agar aku mau mengantarnya ke salah satu teman kami saat kuliah untuk menitipkan barang sementara agar saat pindah semua akan mudah. Dari kota kami, kami menuju tempat tujuan sekitar 3 sampai 4 jam jika melaju dengan kecepatan normal. Sahabatku memang gila, seperti orang kesetanan di jalan, kami menempuh perjalanan dua jam kurang. Aku serasa kaget, takut di jalan. Dan memang kami hampir celaka. Setelah sampai di rumah teman kami, kami berbincang. Kebetulan teman kami sudah memiliki keluarga bahkan memiliki anak usianya sekitar 3 tahun. Tiba-tiba aku berbincang masalah jodoh “mba, ada gak kenalan laki-laki yang sudah dewasa sedang mencari istri. Jika ada kenalkan sama aku, barang kali cocok”. Tiba-tiba temanku yang memang beda satu tahun dari aku itu menjwab “gak mau ah mba kalo begini, kalian seumur-umur berdua barang kali kamu nikah sama dia”. Agak kecewa aku dengernya soalnya aku gak di percaya padahal serius. Lalu sahabatku tersenyum dan membalas jawaban dari temanku “ jangan mba, dia orang nya gak bener asli dia gak pernah serius”. Seketika aku melotot dan menyubitnya “ enak aja, bohong asli mba aku gak bercanda aku udah tua”. Lalu sahabatku menginjak kakiku aku balas memukul lengannya dan kami saling melotot. Tiba-tiba temanku berkata “ asli ni kelakuan kalian kaya gini? Udah tua kaya anak-anak? Gak mau nikah kalian berdua? Kenapa kalian berdua gak nikah aja?” sahabatku gak mikir malah senyam senyum, aku terdiam perkataanya serasa menampar kami berdua. Betapa kami kekanak-kanakan.
Lalu sore pukul 3 kami pulang menuju kota kami, sepanjang perjalanan kami bercanda dan bernyanyi, serasa menyenangkan serasa tak pernah mau berlalu perjalanan ini, serasa bahagia meski lelah menyelimuti namun semua terasa indah saat bersama dengannya.
Hari berikutnya, dia sudah berada di luar kota, dia mengrim pesan kapan aku akan main ke tempat kerjanya nanti menginap di rumah teman kami.
Aku tak menjawabnya serasa bingung lalu aku membalas pesannya “ aku tak mungkin main ke tempatmu dan menginap di rumah mba Neni, kamu sendiri tau dia berkata apa? Dia pikir kita ada hubungan, sementara aku meminta kenalan saja tak di percaya, bagaimana jadinya jika aku ke sana. Kamu gak punya hati, ngatain aku wanita gak bener. Gak kasihan kah kamu sama aku yang semakin hari semakin tua, dukung aku jangan jelek-jelekan aku. Kamu pacar 3 pernah gak aku ngejelek-jelekin kamu. Kelakuan kamu gak berubah, tiap aku dekat dengan laki-laki kamu marah-marah kaya kesetanan, kamu licik sementara kamu sendiri sudah di jodohkan oleh ibumu, aku meminta kenalan malah di jelek-jelekin. Aku gak mau, kalo sifat kamu gak pernah berubah. Apa mau kamu?”, aku merasa aneh tapi rasanya tak mungkin orang seperti sahabatku menyukai aku. Lalu dia menjawab “ memang benar aku sakit dan sedih meihatmu dengan laki-laki lain, memang ada perasaan lain di hati, aku memang sayang kamu. Maaf jika aku salah, maaf selama ini aku menghalangimu untuk bahagia. Aku hanya ingin terus bersamamu”. Aku memang merasakan kasih sayang dan perhatiannya yang berlebih tapi mana bisa, pacar dia yang aku tahu ada 3 belum lagi dia dijodohkan dengan wanita pilihan orang tuanya. Lalu aku menjawab “ benarkah itu? Tapi?? Bagaimana bisa sementara pacaramu banyak, dan kamu sudah di jodohkan.” Lalu dia menjawab” inilah hal sulit dalam hidupku, aku tak bisa memilih dan serasa ingin berteriak saat semuanya terasa begitu memusingkan saat tak tau apa yang harus aku lakukan”
Terdiam sesaat, kadang aku merasa menjadi wanita paling bodoh, sebelum perjodohan itu di lakukan orang tuanya pernah bertanya dan memintaku menjadi menantunya, tapi aku menjawab dengan tidak serius dan tak menganggap karena selalu berfikir hal mustahil. Dan aku juga tak mengerti sikap sahabatku yang selalu mengajakku untuk selalu menemaninya, bahkan konon seorang laki-laki tak akan pernah menyimpan tabungannya jika ia tidak percaya terhadap orang nya, padahal selama ini sahabatku sebelum itu selalu menabung dan aku yang memegangnya. Namun saat kami sadar akan perasaan masing-masing kami sedih tak ada hal yang bisa kami lakukan, tak mungkin aku merusak kekerabatan orang tua sahabatku dengan orang tua yang di jodohkannya. Perlahan aku mundur tak mungkin sedekat dulu, tak mungkin selalu bersama dan merusak hubungan mereka. Aku memutuskan untuk meninggalkan sahabatku. Selang hanya sehari tak berbagi kabar dia mengirim pesan bahwa dia tak sanggup jika tidak denganku memintaku tidak meninggalkannya. Hal yang paling aku takutkan adalah aku takut aku semakin mencintainya dan tidak bisa lepas darinya.
Betapa rumitnya, kami mengorbankan peraaan kami karena kami sadar tak banyak yang bisa kami lakukan, sahabatku bilang jika semua pacarnya adalah hanya pelariannya saja. Jika memang seperti itu tetap kami tak bisa merubah keadaan. Cinta dan persahabatan kadang rumit untuk di jalani. Tapi kini akupun tak sendiri ada seseorang yang datang menemaniku, meski tak cinta aku berusaha menerimanya agar aku keluar dari kesulitan yang aku hadapi dengan sahabtku. Kini kami saling mendukung pasangan kami masing-masing. Aku tau rasanya hambar hidup bersama orang asing yang tak pernah bisa masuk dalam hatiku, tapi aku harus belajal ikhlas menerima keadaan. Perjodohan itu tak mungkin di batalkan dan tak mungkin aku menghancurkannya.
Cinta memang banyak ceritanya, namun benar tak semua cinta bisa saling memiliki dan bersatu. Dukungan terbesar dalam cinta yang kami miliki adalah saling mendukung dan menguatkan. Jika pun jodoh pasti ada jalanya, namun jika tidak kami berharap kami mendapatkan pendamping yang terbaik.
Dan aku sadar, aku bukanlah wanita sempurna yang ia harapkan, aku hanya wanita biasa. Dan aku berharap sahabatku mendapatkan seseorang yang sangat mencintainya. Perjalanan kami saat bersama begitu panjang, kami terbiasa bersama dan saling memberi semangat saling mendukung satu sama lain. Meski terkadang ada pertengkaran kecil tak membuat kami menjadi saling membenci. Andai saja kami beruntung seperti mereka bisa bersatu dan bersama, namun kami yakin ada rencana Allah yang indah untuk kita berdua yang tidak kita ketahui, tapi percayalah rencanya pasti indah.

Jika ingat akan perasaan ini betapa sedihnya, betapa bahagianya saat kami bersama namun tak bisa melakukan apa-apa hanya tangis dan doa yang menemani pilu di hati ini.

thumbnail

CARA KELUAR DARI FRIENDZONE - SOLUSI AGAR DAPAT JAWABAN


Sedikit banyak orang yang memiliki sahabat berlawanan jenis antara si pria dan perempuaanya memiliki ketertarikan satu sama lain, beruntung jika bisa bersama. Tapi bagaimana jika hubungannya makin dekat namun tidak jelas, di bilang pacar bukan tapi perlakuaannya melebihi sikap seorang pacar, seperti cemburu , melarang main dengan yang lain, perhatian berlebih, waktu bertemu lebih sering. Namun…. Si dia bersikap seperti itu pada kita, tapi si dia malah punya pacar/gebetan yang lain. Sering kali kasus seperti ini terjadi, orang itu melarang kita menjalin hubungan dengan yang lain tapi si dia malah bebas menjalin hubungan dengan yang lain. Kembali kepada kita…kita nyamannya bagaimana? Kalo kita terlanjur cinta sama si dia, nah coba lindungi diri kita dengan bersikap tegas..minta penjelasannya sama si dia, kenapa demikian? Perjelas status antara kita dan dia! Jika dia bebas memiliki pasangan , tandanya kita juga berhak memiliki pasangan yang lain, jangan nurut. Kalo dia gak punya pasangan, dan kamu belum coba Tanya hubungan ke lebih yang serius. Posisi antara seorang sahabat atau kekasih harus selalu di perlihatkan melalui sikap. Nah kita juga harus pandai membedakan posisi kita, berlakulah tegas sesuai dengan posisi kita.

Kasus pernah terjadi dengan seorang perempuan dan pria, mereka sahabatan sudah lama. Nah si laki-laki sudah memiliki pasangan, si perempuannya juga sudah. Saat itu persahabatan masih tergolong wajar dan baik-baik saja, meski si sahabat yang pria nya suka mengganggu sahabat perempuannya saat bersama kekasihnya dengan menggempur mengirim sms dengan tujuan mengganggu agar si pasangan perempuannya terpancing, namun pandainya si sahabat perempuan jika datang pasangannya kontak sahabatnya itu selalu di blok dan sms masuk ke kotak spam, jika melalui bbm datanya di matikan.  Beberapa waktu kemudian berlalu, si perempuan putus hubungan dengan kekasihnya, membuat si pria makin menjadi, memperlakukan secara berlebihan, cemburu gak karuan, so ngatur. Tapi liciknya dia masih menjalin hubungan dengan kekasihnya, si sahabat perempuan awalnya tak punya hati menganggap perlakuan sahabatnya itu hanya bumbu dalam hidupnya agar gak jenuh, namun lambat laun dia juga jatuh hati, tapi si perempuan masih sadar posisi selamanya sahabat tak punya hak untuk cemburu, pernah suatu ketika si pria nya menyuruhnya untuk tidak menikah dia menegaskan bahwa dirinya juga tidak menikah, si pria berbohong kalo dia sudah putus dari pacarnya dan berjanji akan bersama dengan sahabatnya itu ( si perempuan ). Waktu membuktikan, si perempuan mengetahui kabar dari orang tua si pria bahwa sahababatnya itu menipunya mentah-mentah, dia mengetahui bahwa si sahabatnya itu akan menikah, namun si perempuan hanya menahan kecewa dalam hati tak mau bertanya, karena jika ini kebahagiaan sahabatnya ya sudah, si perempuanpun mencari kekasih baru agar bisa melupakan sahabatnya itu. Saat si permepuan sudah memiliki kekasih, sahabatnya setiap hari marah-marah, cerewet dan luar biasa gak jelasnya. Suatu hari si perempuan berfikir dia tidak akan menikah sebelum sahabatnya menikah duluan, dia merasa terganggu dengan sikap sahabatnya yang gak jelas akhirnya bodohnya dia, dia memutuskan kekasihnya. Padahal si perempuan tahu kalo si pria nya akan menikah, sampai pada akhirnya pernikahan yang di rencanakan si pria berantakan, penyebabnya pacar si pria matre ninggalin dia buat orang yang lebih materi nya dari si pria. Akhirnya masing-masing tak punya kekasih, namun meski demikian si pria adalah pemain handal dalam urusan perasaan perempuan, dia mudah mendapat pacar sekaligus dalam satu waktu, 3 orang sekaligus. Si perempuan tahu itu, namun dia mengabaikannya. Namun makin lama perasaan yang gak jelas mengganggu si perempuan, sikap si pria juga semakin berani, seperti bercanda kelewat batas, menjitak kepala, kadang marah tanpa sebab, menghina fisik habis-habisan. Sahabatnya itu berubah, kadang baik kadang edan. Lama-lama si perempuan pun menjauh karena merasa telah di bodohi dengan melarangnya memiliki kekasih, mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan. Lalu dia berfikir hubungan ini dulu berjalan dengan baik seperti saudara, kini berubah menjadi berantakan. Akhirnya si perempuan mecoba menjauh agar mendapat jawaban apakah si pria mempunyai perasaan yang sama atau hanya sekedar berbuat curang. Ini sudah termasuk ke dalam friendzone, bahaya sekali sahabatan tapi memiliki perasaan , akhirnya gak jelas dengan perasaan sendiri. Jika terjadi demikian memang jalan yang terbaik adalah, menjauhinya untuk mengetahui hatinya, atau minta ketegasan posisi kita dalam hidupnya. Nah jangan mau jadi kaya si perempuan ya, ini merugikan waktu dan perasaan, kecuali kamu memang ikhlas di gituin. Sesama sahabat tak boleh berbuat curang, bersikaplah bijak karena sahabat itu bukan mainan, dia adalah orang yang saat senang dan susah bersamamu. Masa tega nyakitin sahabat sendiri, melarang nya menikah tapi si dia malah merencanakan pernikahan tanpa sepengetahuan sahabatnya, melarangnya Amemiliki kekasih tapi dia memiliki kekasih yang banyak. Tegas dalam sikap dan perjelas status hubungannya ya sobat, jangan terjebak ke frienndzone lebih lama, RUGI TAU

thumbnail

PERASAAN YANG RUMIT - CINTA SAHABAT


Pernahkan kamu jatuh cinta? Pernah kamu merasa begitu takut kehilangan orang yang kamu cintai, tapi di saat kamu tahu bahwa semua akan berakhir dan berpisah kamu hanya di tuntut harus sabar dan berusaha menutupi rasa takut akan kejadian itu. Kadang cinta memang sulit untuk di sembunyikan, tetapi kadang cinta terlihat berbeda dalam tingkah lakunya, cerminan hati kadang tidak bisa di dustai. Rasanya berat sekali, merahasiakan perasaan yang sesungguhnya dalam waktu yang sangat lama, semua serba membingungkan dan semua serasa memang harus di sembunyikan. Mungkin jika perasaan ini ada yang mengetahui perasaan ini tentu tidak nyaman, meski menyembunyikan juga jauh lebih tidak terasa nyaman. Namun setiap orang berbeda ada yang lebih nyaman mengutarakan nya ada juga yang lebih nyaman/ lebih baik di sembunyikan. 
Perasaan seperti ini tidak lahir dengan tiba-tiba lalu kemudian menyimpan perasaan, namun datang nya pun tidak di sadari semua berjalan seperti biasanya dan apa adanya, memang kebersamaan dalam waktu yang lama dan komunikasi yang baik hingga lahir lah perasaan yang seperti ini, tapi apakah yang akan terjadi. Jika kita mengetahui orang yang kita sayangi bahkan akan menjalani hidup dengan orang lain. Sementara kita hanya mengetahui dan hanya bisa mengucapkan selamat. Ya, memang mencintai itu tidak butuh balasan, ato kita mencitai bukan untuk menarik perhatiaanya. Selama ini yang aku lakukan dengan perasaan ku hanya menyimpan jauh di dalam dasar hatiku dan berharap tak ada yang mengetahui, pertama karena aku tak mau merusak persahabatan yang sudah lama terjalin, persahabatan ini bahkan seperti saudara dan lebih. Namun apa yang terjadi jika aku egois dengan perasaan ini, mungkin sesuatu yang buruk yang tidak di ingingkan akan terjadi. Pertama sampai saat ini aku hanya mendukung setiap keputusannya, aku hanya menemani dan memberinya motivasi, apapun itu aku hanya melakukan yang terbaik tanpa berfikir meminta imbalan agar ia menyukaiku. Bagiku biarkan saja semuanya berjalan apa adanya, biarkan waktu yang akan membawaku bagaimana akhirnya akan terjadi. Tapi aku hanya berharap, sahabatku mendapatkan pendamping yang terbaik dalam hidupnya, semoga harapan dalam membangun impiannya benar-benar tercapai. Selama bersama kita memang saling menguatkan, menjadi pendengar yang baik dan memberikan yang terbaik dalam setiap momen. Waktu yang saat ini tersisa kita gunakan menjadi yang terbaik, satu sama lain hanya menjalankan menjadi sahabat yang terbaik. Dan aku selalu meyakinkan dalam diri aku jadilah yang terbaik dan memberikan yang terbaik tanpa ada keinginan agar mendapatkan balasan. Namun  jika kita melakukan yang terbaik setidaknya kita telah melakukan tugas yang benar tanpa merusak kehidupan orang lain.
Iya, aku bersyukur setidaknya aku memiliki kesempatan untuk mengenalnya, untuk dekat dengannya dan mengahabiskan waktu untuk selalu bersama, setidaknya hingga saat ini. Dia pendengar yang baik, dia selalu peduli dengan keadaanku dia melakukan yang terbaik sebagai seorang sahabat tanpa meminta imbalan sedikitpun, aku baru mengetahui bahwa ada orang yang seperti ini. Merasa kita nyaman, merasa kita ada dan berharga. Bagaimana tidak? Dia selalu membuatku tersenyum dan bahagia, pernah sesekali aku berfikir apa yang di lakukannya terlalu berlebihan, tapi aku percaya dia mustahil mencintai aku yang begitu banyak kekurangan. Semakin aku bingung, semakin aku terperosok dalam perasaan yang semakin hari membuat bingung. Kadang aku pun berfikir, dia hanya melakukan yang terbaik hanya karena aku sahabat terbaiknya, karena mungkin itu dan tidak lebih. Jangan sampai aku berfikir hal yang lain, jika aku berfikir dia mencintaiku mungkin hubungan yang kita jalin dari jaman kita muda akan hancur karena kesalah fahaman. Bagiku mungkin setiap orang punya hak untuk menyukai bahkan mencintai, tapi bagiku untuk memberi tahu perrasaan ini butuh momen yang tepat dan keadaan yang memungkinkan. Dan bagiku ini bukanlah hal yang memungkinkan biarkan semuanya terjadi begitu saja, berusaha untuk tetap bersabar agar semunya berjalan dengan baik. Tak seharusnya aku memiliki perasaan seperti ini, meski kadang mengganggu tapi aku bahkan tidak tahu cara untuk menyingkirkan perasaan ini. Kadang aku bahagia dengan perasaan ini, kadang aku di buat bingung dan takut. Tapi yang menjadi peganganku sampai saat ini adalah, bagaimana aku mendampingi sahabatku hingga ia benar-benar meraih apa yang ia mau, aku akan berada di sampingnya hingga ia butuhkan, jika dia sudah tidak butuh lagi, maka akupun akan pergi. Karena yang aku inginkan adalah membuatnya bahagia tanpa membuatnya merasa bingung. Ya, orang beranggapan kita adalah pasangan yang baik, pasangan yang mungkin jika bersama akan melahirkan kebahagian. Mungkin itu yang mereka lihat dari luar, namun kami tak seeperti itu. Percayakah kalian akan persahabatan antara laki-laki dan perempuan tanpa melibatkan perasaan?
Seebenarnya sering aku berusaha untuk pergi jauh dari hidupnya, ketika aku merasa tak mampu menutupi perasaanku, ketika aku merasa terluka karena hal yang menurutku aku tak berhak untuk cemburu, namun tetap hati bukanlah sebuah mesin yang bisa kita atur agar kita tidak memiliki perasaan yang seperti ini. Hati ini seperti hidup dan tahu apa yang harus di lakukan, namun benar sekali merasa tak nyaman dan merasa tersiksa. Sampai kapan sebenarnya perasaan ini akan tersimpan?
Ada banyak hal yang mebuatku bingung, banyak yang ia lakukan hingga aku berfikir kadang merasa dia begitu mencintaiku, mungkin aku terlalu GR dan mungkin aku salah faham.
Suatu hari hujan begitu lebat dan hari semakin gelap, saat itu aku masih memiliki pasangan tapi dia sahabatku menelpon menayakan apakah aku sudah pulang kerja? Apakah aku masih di tempat kerja? Tapi aku mengatakan jangan khawatir aku akan segera pulang dan akan ada orang yang menjemputku. Tapi lama sekali hampir satu jam aku menunggu dia yang ku tunggu tak kunjung datang, sahabatku menanyakan dan menelpon lagi, apakah aku sampai di rumah? Jika belum pulang maka dia akan menjemputku. Tapi aku bertahan untuk menunggu orang yang aku tunggu , jika 10 menit tak kunjung datang maka aku akan pulang bersama sahabatku. Kekhawatirannya yang berlebihan kadang membuatku bingung, bahkan ketika aku bermasalah dengan hubungan ku yang telah kandas, bahkan setiap malam hingga larut malam meski via telpon sahabatku mendengarkan apa yang aku curahkan, dia tak pernah bosan, dia selalu menghiburku dan jika ada waktu untuk main, kita main bersama. Aku lupa bahwa dia pun memiliki hubungan dengan orang lain. Hingga tiba saatnya wanita itu cemburu dan menuduh yang tidak-tidak, aku merasa berdosa dan bersalah, maka saat itu aku putuskan untuk tidak telalu dekat dan tidak untuk bertemu, dan ingin menjadi seperti biasa tak seperti ini, namun sahabatku datang ke rumah  dan mengatakan bahwa menjauhi nya bukanlah jalan yang terbaik, dia selalu meyakinkan bahwa pertengkaran dengan wanita itu bukanlah salah aku, kita hanya menjadi sahabat yang terbaik bukan untuk hal yang tidak-tidak. Sebenarnya aku tetap ingin menjauh tapi begitu sulit benar-benar sulit. Saat kuliah aku selalu ingat dia menungguku pulang saat aku kebagian waktu malam saat sidang, aku selalu ingat membeli buku bersama, bagaimana dia melakukan hal yang terbaik sebagai seorang sahabat. Tapi apa yang ia lakukan lama-lama membuatku semakin terperosok semakin dalam.
 Apalagi setelah lulus, bersama sudah biasa. Tapi aku tahu bahwa dia menjalin hubungan serius dengan seorang wanita, memang kadang sulit sekali manjadi sahabatnya. Takut menjadi orang ketiga dan membuat kegagalan yang menurut aku sendiri posisi aku tak salah, tapi menurut wanita itu jelas salah. Tapi kami bersama dari sejak kuliah dan kami tahu masing-masing kehidupan kita. Tapi begitulan dia perhatiannya terlalu berlabihan, apapun ia lakukan yang terbaik. Hingga tiba hubungannya kandas dengan wanita itu, herannya wanita itu jelas membuat posisiku terpojok dan menjadikan orang ketiga yang bersalah. Ya , memang aku tahu sahabatku itu pacaranya dimana-mana, aku tahu sahabatku itu pacaranya bukan Cuma wanita itu, dan aku bingung wanita mana yang di ajaknya kelak menjadi wanita / pasagannya yang serius. Dan wanita itu menurutku salah telah menuduh, karena aku hanya mendukung sahabatku mencari yang terbaik, melakukan yang terbaik. Bosan rasanya memperingatkan sahabatku agar berhenti terus mencari wanita hinga ia menemukan yang membuatnya nyaman. Hubungan yang mana dan wanita yang mana yang ia ingin ajak serius. Kadang memang aku merasa sahabatku memberikan perhatian yang berlebihan, tapi aku tak boleh terjabak boleh saja aku jatuh cinta padanya tapi aku tak boleh yakin bahwa dia mnecitaiku. Bagiku peria seperti sahabatku mustahil mencintaiku sementara aku tahu kelakuannya tak berubah dan pacarnya banyak. Meski aku tahu dia pacaranya banyak kadang hatiku masih saja bodoh dengan peraasaan yang ada dalam hatiku. Tapi dari awal aku sudah yakin kami hanya akan tetap menjadi sahabat dan pendengar yang terbaik. Tentunya aku pun akan menjadi yang terbaik, karena bagiku adalah anugerah mendapat sahabat seperti dia aku yakinkan dalam hati bahwa dia adalah saudarakau yang terlahir dari ibu yang berbeda hanya itu.  Karena hanya berfikir seperti itu agar aku mampu membatasi diri, agar aku tidak terlalu jatuh meski aku tak sanggup menolak perasaan seperti ini.
Hingga saat ini kami masih bersama, meski dia sibuk mencari wanita yang ingin ia jadikan sebagai pendampingnya, meski banyak tapi masih tak ketemu juga wanita yang ia cari. Tapi kami sering mengatakan bahwa kita akan hidup dan mati bersama, seperti janji anak-anak. Tapi ini sungguh adalah harapanku juga, namun juga ini yang ia inginkan. Aku selalu di sampingnya untuk mendukung apapun yang ia pilih, apapun yang ia jalani, sahabatku percaya kepadaku sampai keuangannya aku yang atur dan simpan. Tapi bagiku ini sebuah beban yang besar, aku merasa tak bisa lari darinya, bagaimana bisa aku mencari calon pendamping dalam hidupku jika seperti ini kedekatan kita, meski aku memiliki perasaan aku pun punya harapan dalam membangun sebuah keluarga. Tapi?? Aku tak mau meninggalkannya dalam keadaan sendiri, aku juga bingung sampai kapan kami bersama. Tapi aku hanya ingin bersama nya hingga waktunya tiba dia menemukan pendamping dalam hidupnya, saat ini aku tidak bisa mencintai orang lain, tapi aku juga tak banyak harapan agar sahabatku tahu. Yang aku lakukan hanya menemaninya hingga ia memutuskan segalanya, bahwa semua telah berbeda.
Suatu hari aku pernah tidak sadar marah kepadanya karena alasan yang menurutnya tak masuk di akal, tapi bagiku karena ini berat aku terima. Tapi aku lupa bahwa aku tak punya hak untuk cemburu. Saat itu aku ingat, waktu dimana dia di jodohkan dengan seorang wanita, yang wanita tersebut adalah anak dari kerabat ayahnya. Aku pun merasa bahagia sekaligus merasa terpuruk, bahagia karena wanita itu begitu cantik dan mampu memikat sahabatku, dan dengan begitu sahabatku akan bahagia hidup bersama wanita itu, aku bahagia karena ini adalah harapan sahabatku menemukan wanita solehah yang ia idamkan. Ia sering berkata, wanita memang banyak, tapi tak mudah mencari yang benar-benar tulus. Aku berharap wanita ini benar-benar tulus.
Saat itu aku menyambutnya bahagia, dan mengatakan salam terakhir. Karena aku pikir jika aku terus bersamanya akan menimbulkan masalah baru, sebagai orang ketiga atau perusak hubungan orang. Dan aku tak berhak mengahancurkan hubungan itu. Aku pikir tugasku selesai untuk menemaninya, aku pikir akan ada orang yang lebih ia butuhkan. Dan aku hanya orang yang berada dalam hidupnya hanya di masa muda nya saja, dan sebagai sahabat terbaiknya dan bukan pnghancur harapannya. Aku katakan, bahwa aku bahagia mendengar kabar gembira ini, tapi aku minta maaf aku tidak bisa menjadi orang yang selalu di salahkan dan terus-terusan di anggap yang menjadi perusak. Aku saat itu memutuskan untuk tidak menghubunginya lagi, berusaha menjauhinya dan berpikir tugasku sudah selesai. Tapi dia marah, dia mengatakan bahwa aku cemburu karena manjauhinya, dia berkata tak sepantasnya sahabat meninggalkannya meski dalam keadaan apapun. Tak ada perjanjian untuk meninggalkan, aku pikir dia tidak tahu kalo sedikit banyak aku memang cemburu, tapi apa hanya itu yang dia tahu? Alasanku lebih kuat, hanya ingin proses perjodohan ini berjalan lancar, tak banyak orang yang mengerti bahwa memang kita hanya sahabat dan tidak lebih. Tapi dia juga tidak mengerti perasaanku, bahwa aku hanya menahan sakit karena orang yang selama ini bersama kita akan hidup bersama orang lain, dan bagiku sulit merubah keadaan dan kebiasaan menjadi biasa dan menghilang tanpa kabar. Aku hanya takut hidupku tak seindah ini, aku takut betapa aku tak mampu jika hanya harus berdiri sendirian. Tapi aku lupa, bahwa benar aku sahabatnya. Mungkin karena dia tidak mencintaiku makanya dia tak peduli dengan rasa sakit yang menjadi ketakutan dan kekhawatiranku bahwa sebentar lagi kita akan berpisah. Bukan hanya itu yang membuatku semakin kuat ingin pergi, tapi ternyata wanita itu masih ada jalinan persaudaraan dengan silsilah keluargaku. Dan ternyata kita masih saudara satu keturunan dari uyut yang sama. Meski aku sendiri tidak tahu, tapi ibuku tau tentang silsilah keluarga wanita itu, dan ibu ku saat lebaran saja konon bersilaturahmi ke rumahnya. Bukan hanya terpukul, tapi aku semakin bingung. Pertama aku tak mau menjadi perusak, ke dua aku hanya ingin sahabat ku bahagia, dan yang ketiga aku tak ingin menjadi orang yang di salahkan jika mereka gagal karena akan membuat malu keluargaku. Jalan satu-satunya adalah dengan pergi secara perlahan. Aku pikir aku memang harus pergi, tapi ternyata proses perjodohan itu tidak berajalan dengan mulus. Konon wanita itu masih kuliah dan tidak memberi jawaban yang jelas. Tapi sahabatku tetap berharap agar wanita itu mau. Aku juga ingin dia bahagia, aku tak akan menikah sebelum dia menikah. Karena bagaiamana bisa, aku bingung menjalin hubungan dengan orang lain. Aku pun tak mampu membuka hati, dan aku tak ingin meninggalkan dia dalam keadaan sendiri. Meski pacar dia diamana-mana, tapi aku tahu kelamahan sahabatku, aku tahu dia rapuh, meski jail dan nakalnya mendunia tapi dia tetap orang yang rapuh yang aku lihat. Aku…tak bisa menjauh, aku masih menemaninya, jika saja aku pergi maka dia akan marah-marah gak jelas, meski hanya mulutnya yang galak, tapi dia gampang down. Aku tahu seperti apa dia, aku tahu karaketrnya. Aku tak bisa meninggalkannya...jika aku terlihat cemburu kadang ia bertanya keheranan, tapi aku berusaha menolak dan menipu diri. Tapi kadang aku juga tak terima jika dia cemburu dengan orang yang ada di sekitarku, ketika dia membahas bahwa aku tak boleh cemburu, maka akupun membahas bahwa dia pernah kelewat batas. Ya, dia pernah marah besar..ketika 4 bulan yang lalu aku mencoba menjalin hubungan dengan seorang laki-laki, harapanku agar laki-laki itu mampu membuat aku jatuh cinta lagi, karena aku merasa tersiksa dengan perasaanku terhadap sahabatku. Saat dia tahu, dia marah besar “hebat dia akan kamu jadikan sebagai pendamping, sementara orang itu baru kamu kenal. Sementara aku yang menemanimu kamu anggap aku apa? Dia laki-laki paling jelek yang pernah aku liat, dia gak pantas untukmu. Dia benar-benar menyeramkan wajahnya saja benar-benar seperti preman. Kamu gak boleh pasang wajah dia di social media manapun, aku gak ikhlas melihatnya”
Mendengar itu aku kebingungan dia makhluk licik di muka bumi, pacarnya saja lebih dari tiga kenapa dia marah ketika aku hanya menjalin hubungan dengan satu pria? Lalu aku marah balik, dan menagatakan bahwa dia tak berhak untuk marah, bahwa sahabatku juga pacarnya banyak dan aku tak pernah melarangnya. Aku katakan ini hidupku…lalu aku bertanya. “apa kamu cemburu?” dia malah tertawa dan menjawab “tidak mana mungkin aku cemburu, hanya saja aku sama dia gantengan aku. Dia jelek dia gak pantas”.
Kadang aku kesal di buatnya, selama hubungan itu berjalan dia tidak berhenti marah-marah. Akhirnya ku putuskan nanti saja aku mencari pasangan hidup biarkan sahabatku dulu yang menikah. Pikiran itu seperti telah mendarah daging dalam pikiranku, bahwa aku hanya akan mencari pendamping saat dia telah mendapatkan orang yang tepat.
Aku tak tahu apakah dia cemburu atau tidak, tapi lebih baik aku sendiri dulu dengan begitu, semuanya aman terkendali telingaku serasa adem gak ada yang marah-marah. Aku heran sampai kapan seperti ini, sahabatku memang licik aku main dengan teman-temanku saja di telpon, kalo aku tutup dia marah. Ya padahal aku selalu berusaha untuk mengerti, jika malam sabtu waktunya dia kumpul bareng temannya ato malam minggu tiba aku tak mau menghubungi dia karena takut mengangganggu, tapi dia malah marah jika aku tidak kasih kabar/menghubunginya. Heran aku salah lagi, siang dan malam bahkan bangun tidur dan mau tidur aku tak pernah jauh dari ponselku, karena aku wajib menghubunginya. Kadang aku juga pernah tidak medapat kabar seharian saat dia sibuk bekerja dalam hati ada rasa tidak tenang, khawatir berlebihan . memang jika tak ada kabar darinya meski setengah hari membuat otakku pusing hatiku gelisah, tapi aku gak pernah marah hanya menahan rasa kekhawatiranku yang berlebihan.
Kadang aku berpikir dia itu aneh, jika tak ada kabar sehari saja maka akan marah-marah kaya burung beo. Jika aku lupa atau ketiduran tak menguhubunginya dia akan marah. Dia cerewet, tapi hidup tanpa dia juga sungguh sepi dan tak bahagia.
Aku nikmati setiap detik bersamanya, karena kami punya keyakinan bahwa kita tak akan pernah berjodoh karena mustahil, dia menanti wanita yang menjadi impiaannya. Sementara aku juga menanti laki-laki yang mampu memalingkan hatiku padanya. Terus saja sampai saat ini begitu, padahal aku makin gak karuan dengan perasaaku yang kadang membuatku ingin semua orang tahu, tapi tak perlu orang lain tahu dan gak boleh ada yang tahu.
Tapi aku pernah bahagia saat dulu ibunya mengatakan sesuatu namun kaget, saat berkata “ibu setuju jika anak ibu menikah dengan kamu” seketika dadaku sesak, karena kaget. Rasanya seperti sebuah impian yang ingin terwujud tapi tiba-tiba aku sedih karena itu hal yang tak mungkin, karena sahabtku pacarnya banyak. Aku hanya bisa tersenyum dan tak mampu menjawab.
Tapi sahabatku, adalah hal yang terindah yang aku miliki. Meski suatu saat semua akan berbeda tak lagi sama, setidaknya aku pernah melakukan yang terbaik dan selalu mendukungnya.
Perhatiaanya, kepedulaiannya sungguh berlebihan itulah mengapa akhirnya aku jatuh cinta. Suatu hari aku pernah berkata kepadanya “sungguh aku bersyukur, aku memiliki sahabat seperti mu. Bagaiamana jadinya aku tanpa kamu, mungkin aku akan menjadi manusia paling stress. Karena kamu adalah sahabatku, pendengar terbaikku dan orang yang paling berharga di dunia dan aku bahagia bisa bersamamu”dan dia berkata “justru aku adalah manusia yang paling bersyukur bisa bersamamu, jika aku tanpamu aku bisa gila” jika aku mengatakan hal seperti itu, sikap dia langsung berubah menjadi lebih baik dan lembut tanpa cerewet. Tapi jika aku lupa mengabarinya bumi gonjang ganjing seperti ada burung beo yang lepas. Dia itu aneh, aku saja heran di buatnya, pacaranya banyak. Tapi kenapa semua pacarnya iri dan marah padaku. Padahal aku bukan pacarnya, pacar dia kan banyak masa cemburu sama aku yang bukan pacarnya. Apa ya yang ada dala hatinya, kenapa dia begitu percaya dan baik sama aku. Kenapa uang yang nilanya besar dia simpan di aku. Aku selalu berusaha menjadi yang terbaik, aku hanya ingin menjadi yang terbaik dan melakukan yang terbaik karena aku hanya ingin bahagia. Meski perasaa aneh seperti ini menyiksaku. Aku dan dia selalu bertanya “dimanakah jodoh kita?” tapi kadang aku selalu menjawab nya “semoga mereka (jodoh kita) datang di waktu yang sama, agar kita bisa bahagia bersama. Karena aku tak mau meninggalkan dan di tinggalkan dalam keadaan sendiri. Aku hanya ingin kau bahagia, dan aku bahagia. Aku tak ingin jodohku datang terlebih dahulu karena aku benar-benar tak ingin meninggalkanmu dalam keadaan sendiri, aku hanya ingin bahagia kita datangnya bersama”
Baginya aku adalah motivasi dalam hidupnya itu yang pernah ia katakan, tapi bagiku dia adalah kekuatanku untuk menjalani hari-hariku.

Tapi pertanyaannya, ini yang kita jalani sebenarna jalan nya kemana? Aku tak ingin dia jauh, dan dia selalu memintaku agar tidak menjauh darinya. Tapi dia menjalin dengan banyak wanita, tapi wanitanya kenapa hampir semuanya marah dan iri padaku, padahal aku tak pernah bertemu dengan mereka. Tapi mereka seperti orang yang kehabisan akal, semua sosmed ku di cari nya dan mereka pernah memakiku di sosmed. Lalu apa yang ada dalam pikiran sahabatku, dia hanya bilang mereka cemburu kepadaku, tapi sahabatku memang begitu selalu mengabaikan mereka. Tapi???? Apa iya dia juga punya rasa yang sama? Kalo ia kenapa pacar dia banyak? Kalo enggak kenapa dia memberi perhatian dan cemburu yang berlebih. Disini apa yang sedang kami jalani, aku lebih dari bingung!

thumbnail

KATA - KATA PERSAHABATAN DI KUTIP DARI FILM SPONGEBOB

Berikut kata-kata persahabatan yang di kutip dalam film Spongebob:






thumbnail

MUNGKINKAH SAHABAT MENJADI CINTA?


Film india selalu identik dengan kisah persahabatan yang berujung menjadi kisah asmara, pengorbanan dan perjuangan. Bukan hanya film india saja, namun film telenovela bahkan sinetron Indonesia juga kerap mengangkat kisah persahabatan yang berujung dengan kisah cinta.
Nah bisakah sahabat menjadi cinta? Atau persahabatan menjadi kisah asmara, dalam beberapa kasus memang kerap terjadi sahabat anda yang asalnya adalah teman baik anda menjadi kekasih dan pendamping hidup anda.
Jika persahabatan yang di jalin oleh lawaan jenis, maka akan menimbulakn rasa yang berbeda.

Mengapa cinta bisa timbul?
Saling ketergantungan : saat menjadi sahabat dekat, dua orang yang menjalin persahabatan menjadi tempat curahan hati, selalu meminta pendapat,menjadi motivator dan saling membantu.
Waktu yang intens : waktu akan menjadi semakin dekat, komunikasi mudah terjalin. Setiap hari akan menjalin komunikasi karena sudah menjadi kebiasaan.
Kedekatan yang erat : kemanapun anda pergi, pastinya bersama sahabat. Meminta tolong atau sekedar meminta bantuan, bahkan akan ada waktu menceritakan kejadian-kejadian atau aktifitas yang terjadi. Sehingga hari-hari anda di lewati bersama sahabat anda.
Beberapa hal di atas merupakan factor bahwa hal yang mungkin jika anda mencintai sahabat anda.

Cirri – cirri sahabat anda mulai mencintai anda:
Dia akan gelisah jika tidak ada kabar dari anda
Marah melihat anda jika ketahuan jalan dengan lawan jenis
Bersikap lebih manja
Lebih perhatian kepada anda
Akan selalu menguhubungi anda dalam kondisi apapun.
Dari factor dan cirri-ciri maka persahabatan berubah menjadi jalinan kasih. Namun yang perlu di ingat adalah, jika anda menjalin kasih dengan sahabat anda tetaplah menjadi peribadi yang terbuka, jadikanlah ia rekan yang baik. Agar tidak ada kesalah fahaman.

Nah , tidak ada yang tidak mungkin. Semuanya serba mungkin terjadi

thumbnail

KUMPULAN KATA MUTIARA PERSAHABATAN (SAHABAT SEJATI)

Sahabat itu, seperti sosok yang sengaja Tuhan kirimkan untuk menemani hidup kita, membuat kita merasa berharga dan ada. Membuat kita tertawa ketika kita dalam duka, dan membuat kekonyolan-kekonyolan yang lain agar menjadi hal yang indah untuk di kenang. Bukan hanya itu saja. Sahabat seperti saudara meski terlahir dari ibu yang berbeda. Seperti keluarga tak ada hal yang perlu di sembunyikan, bersama sahabat kita bisa menjadi diri sendiri tanpa menutupi kekurangan. Kadang kala kita dan sahabat pernah selisih faham, tapi dengan cepat akan saling memaafkan. Karena gak akan betah rasanya tak ada kabar dan tak berbagi cerita bersama sahabat meski lamanya sehari saja. Untuk mendapatkan maaf. Kadang kita juga ingin meminta maaf dengan cara special, atau hanya ingin membahagiakan hatinya memberitahukan padanya bahwa kita rindu bercanda, dan mengirim kata-kata mutiara persahabatan yang di kemas dalam bentuk yang menarik dan juga simple.


Ini saya sajikan khusus untuk sahabat anda dan special untuk sahabat saya Teh Ema, LiLI Singa dan juga Kunti Nara:

thumbnail

APA KABARMU DRA?

Siang itu aku buru-buru mandi siap-siap pergi ke pesta pernikahan kakak dari sahabatku. Rasanya nelangsa bingung mau pergi dengan siapa serasa bingung jika pergi ke suatu pesta seorang diri. Aku ajak saja sodara sepupuku, untunglah dia mau. Siaplah aku berangkat pergi ke pesta pernikahan itu. Berdua aku dengan sodara sepupuku.

thumbnail

CERITA TENTANG SAHABAT

Hari ini, aku merasa lebih dekat lagi dengannya Tuhan, tapi semakin aku merasa lebih dekat aku semakin takut bahwa waktu itu akan tiba. Bahkan aku sadar akan suatu masa, dimana waktu akan mengahapus jejakku dengannya. Aku bahagia memiliki sahabat yang begitu berarti, dia pernah bertanya padaku “ jur, kenapa kau tak pernah letih mendengar keluh kesahku? Bahkan aku selalu marah padamu?” aku tak lantas menjawabnya, aku masih ingat dimana aku hidup dalam asa, dialah yang setia mendengar keluhanku, dialah orang yang selalu membuat tawa, bahkan dia lah orang yang sabar menasehatiku. Bahkan aku baru sadar mengapa aku pun melakukan hal yang sama, dia memberikan pelajaran yang berharga bahwa sahabat selalu ada dalam keadaan susah ataupun senang.

thumbnail

MOTIVASI UNTUK SAHABAT TERBAIK


Sahabat aku tau saat ini adalah masa sulit bagimu, tapi aku percaya kamu mampu bangkit, karena aku tau kamu hebat dan tangguh. Buktinya kamu mampu menghadapi perihnya dunia. Ayo bakit kita tunjukan bahwa kita kuat dan bisa! SEMANGAT

thumbnail

LIRIK LAGU SAHABAT by TIFANY


Ketika aku berduka
Kau selalu ada memeluk lukaku
Di saat ku butuh teman
Yang mengertiku, bahagiakanku
Telah banyak cerita yang kita lalui
Menangis bersama dan tertawa
Jarak di antara kita tak lagi
bermakna
Engkau sahabatku selamanya
Sahabat kau bagai bintang
Hiasi malam dengan indah terangmu
Sahabat kau takkan hilang
Walau kau jauh tapi dekat hatiku
Telah banyak cerita yang kita lalui
Menangis bersama dan tertawa
Jarak di antara kita tak lagi
bermakna
Engkau sahabatku selamanya
Sahabat kau bagai bintang
Hiasi malam dengan indah terangmu
Sahabat kau takkan hilang
Walau kau jauh tapi dekat hatiku

Lagu ini ku persaembahkan untuk sahabat terhebatku Teh Ema dan Rivan

Terima kasih atas dukungan dan nasehatnya....love u my sis & my bro

thumbnail

SAHABAT ANUGERAH TERINDAH


dalam diammu, dalam sendirimu saat ini
dalam tangis kesendirian ini aku tau sobat, kamu menangis pilu
aku tau diam mu adalah pedihmu
sobat, tersenyumlah yakinlah esok masih ada cahaya
untuk meneraningi jalanmu
esok masih ada mentari untuk mengahangatkanmu
dan esok masih ada angin untuk menyejukan hatimu
sobat ......
embun itu menyejukkan
air itu menyegarkan
hanyutkan dukamu
dan hembuskan semangatmu
aku disini, selalu behrharap
kamu bisa lewati ini
jika saja aku dekat
maka aku akan datang
dan aku akan mendengarkan keluh kesahmu
meski jauh, aku akan selalu mendengarkanmu
selalu ada untuk menjadi sahabatmu
sahabatku, malam ini
tumpahkan kesal dan sedihmu
jangan kau tahan air matamu
untuk saat ini luapkan segalanya
tapi untuk hari esok
aku yakin
kamu bisa menciptakan pelangi setelah hujan
seperti kau cipatkan warna yang indah
ketika aku terpuruk dalam duka
sehingga aku mampu bangkit
sahabtku
hidup itu indah
aku yakin kamu mampu
karena aku tau kamu selalu menguatkanku
Terimakasih ya Alloh
kau tlah ciptakan sahabat untukku
maka jadikanlah aku sahabat untuknya
agar aku mampu menghapus air matanya
seperti ia yang selalu menghapus tangis dalam dukaku
katakan padanya Tuhan
aku disini takkan pernah lelah untuk menjadi sahabatnya
takkan pernah lelah berbagi dengan nya
dan takkan pernah lelah bersyukur
karena aku tau, dialah sahabat terbaik yang Kau berikan untukku
sahabatku
malam mulai larut
tidurlah
damai dalam mimpi
sedihmu kelak akan menuntunmu menjadi manusia yang kuat



nice dream

.comment-content a {display: none;}