thumbnail

SOAL UJIAN NASIONAL ( UN ) IPA DAN PEMBAHASANNYA - SMP KLS IX

Yu belajar.... latihan mengerjakan dari soal-soal Un sebelumnya sebagai referenai untuk menghadapi UNBK / UNKP





  











  




Selamat belajar!!!!
Semoga sukses!

thumbnail

CARA KERJA DINAMO - FISIKA

Dinamo adalah untuk membangkitkan energi listrik yang kecil.

Cara kerja dinamo adalah poros dinamo dihubungkan dengan roda sepeda, sehingga ketika roda berputar poros dinamo akan ikut berputar dan akan memutar magnet silinder dalam kumparan sehingga menghasilkan garis gaya magnet yang berubah - berubah. Maka,terjadilah gaya gerak listrik induksi ( GGL ) pada ujung - ujung kumparan.

thumbnail

PERCOBAAN 2 / PRAKTIKUM FISIKA ( IPA ) TEKANAN PADA UDARA - MATERI TEKANAN PADA ZAT SMP KELAS VIII


PERCOBAAN / PRAKTIKUM FISIKA ( IPA ) TEKANAN PADA UDARA
Tujuan : Siswa dapat membuktikan tekanan pada udara
Alat dan Bahan:
1.      Air
2.      Erlenmeyer
3.      Pembakar spirtus / lilin
4.      Karet gelang
5.      Balon
Prosedur kerja
1.      Sediakan erlenmeyer 250 ml. Kemudian isilah dengan air
2.      Kemudian tutup labu erlenmeyer dengan balon karet, ikatlah dengan karet gelang agar lebih kuat
3.      Panaskan erlenmeyer di atas pembakar spirtus / lilin sampai mendidih.
amati apa yang terjadi pada balon karet?
4.      Hentikan pemanasan dengan cara mematikan pembakar spirtus / lilin.
Amati apa yang terjadi?
5.      Kemudian erlenmeyer yang berisi air panas yang telah ditutup rapat dengan balon karet dimasukkan ke dalam air dingin. Amati apa yang terjadi?
Pertanyaan:
1.      Ketika air dalam erlenmeyer yang ditutup dengan balon karet dipanaskan, balon karet mengembang. Mengapa hal ini dapat terjadi?
2.      Mengapa ketika erlenmeyer yang berisi air panas yang telah ditutup rapat dengan balon karet dimasukkan ke dalam air dingin, nalon karet tertekan ke dalam labu erlenmeyer? Jelaskan kejadian tersebut.
Hasil Percobaan:






Penjelasan:
Balon bisa mengembung karena berisi uap panas yang dihasilkan dari air yang mendidih, dan balon mengecil saat erlenmeyer dimasukkan ke dalam air dingin karena tidak ada dorongan dari uap panas yang dihasilkan dari air yang mendidih

Kelompok 7:
Amanda
Putra Ikhsan
Geri Ikbal
Ilham Abdul Basit
Syahrul

Kelompok 8:
Ira Nuraeni
Emi Nurmilah
Diki Ridwan
Ilham Muhaemin

thumbnail

PERCOBAAN 1 ( PRAKTIKUM FISIKA / IPA ) TEKANAN PADA UDARA - TEKANAN ZAT UNTUK SMP KELAS VIII


PERCOBAAN / PRAKTIKUM FISIKA ( IPA ) TEKANAN PADA UDARA
Tujuan : Siswa dapat membuktikan tekanan pada udara
Alat dan Bahan:
1.      Gelas minum
2.      Air
3.      Kertas HVS
Prosedur Kerja
1.      Isilah gelas dengan air sampai penuh
2.      Tutuplah gelas yang berisi air tersebut dengan selembar kertas HVS
3.      Tahan kertas HVS dengan telapak tangan, kemudian baliklah gelas dengan cepat ( usahakan jangan sampai tumpah )
4.      Lepaskan tangan secara perlahan. Amati apa yang terjadi!
Pertanyaan
1.      Ketika gelas yang berisi air dibalij, ternyata HVS dapat menahan air di dalam gelas. Jelaskan mengapa hal tersebut dapat terjadi!
Hasil percobaan:





Penjelasan:
Ketika gelas yang berisi air dibalik, ternyata kertas HVS dapat menahan air di dalam gelas. Hal tersebut bisa terjadi  karena tekanan udara di luar gelas lebih besar daripada tekanan udara di dalam gelas. Tekanan udara itulah yang menahan air di dalam gelas.

kelompok 2 :
Resti Nurmalasari
Ihsan Nursi
Dina Siti Nurjanah
Kelompok 3:
Supriadi
Riris Abdul a
Restu R
Pitrotul



thumbnail

PESAWAT SEDERHANA - MATERI FISIKA ( IPA ) SMP KELAS VIII

Alat yang digunakan untuk memudahkan pekerjaan manusia dikenal dengan pesawat sederhana. Dengan menggunakan pesawat sederhana, oramg dapat melakukan pekerjaan lebih baik, lebih cepat dan lebih murah. Dalam kehidupan sehari – hari orang menggunakan pesawat sederhana untuk tujuan – tujuan berikut:
Mengubah energi
Memindahkan energi
Memperbesar kecepatan
Mengubah arah

Ada beberapa jenis pesawat sederhana adalah;

Pengungkit tuas
Tuas digunaka untuk memngungkit beban. Dengan adanya tuas, benda yang berat dapat dipindahkam dengan gaya yang kecil. Konsep tuas dapat dilihat memlalyi gambar berikut:


Berdasarkan gambar , tuas akan mengalami keseimbangan ketika memenuhi persamaan berikut:
                                                           
                  
                                                                                   
Keterangan :
W = beban ( N )
F = kuasa ( N )
Lb = ( lengan beban atau jarak beban ke penumpu ( m )
Lk = lenan kuasa atau jarak kuasa ke penumpu ( m)


Keuntungan mekanis dari tuas dituliskan dalam persamaan berikut:

Tuas dibedakan menjadi tiga macam. Tiga macam tuas sebagai berikut;

Tuas jenis pertama


Tuas jenis pertama adalah tuas dengan susunan titik tumpu di antara titik beban dan titik kuasa. Contuh tuas jenis pertama yaitu gunting, jungkat jungkit dan tang
Tuas jenis ke dua

Adalah tuas dengan susunan titik beban di antara titik kuasa dan titik tumpu. Contoh tuas jenis kedua yaitu gerobak dorong dan pembuka tang
Tuas jenis ketiga

Adalah tuas dengan susunan titik kuasa diantara titik beban dan titik tumpu. Contoh tuas jenis ketiga yaitu alat pemancing ikan.

Bidang Miring
Bidang mring merupakan salah satu pesawat sederhana yang digunakan untk mempermudah usaha, tetapi tidak mengurangi usaha yang dilakukan.

Persamaan dari bidang miring sebagai berikut:


Keterangan :
w = berat beban (N)
F = gaya dorong ( N )
l = panjang papan bidang miring ( m)
h = ketinggian bidang miring ( m)

bidang miring sering diguanakan dalam kehidupan sehari – hari. Penggunaan bidang miring dalam kehidupan sehari –hari seperti berikut :
membantu memindahkan benda ke dalam truk
tangga selalu di pasang miring
jalan di daerah pegunungan dibuaat berkelok kelok

Katrol
katrol adalah salah satu pesawat sederhana untuk memudahkan pekerjaan manusia mengangkat benda ke atas atau vertikal. Katrol juga berfungsi mengubah gaya angkat ke atas menjadi gaya tarik ke bawah sehingga penarikan benda lebih mudah. Ada tiga jenis pemasangan katrol dalam kehidupan, antara lain:
Katrol Tetap

KM = W/F = 1

Katrol Bebas

KM = W/F = 2

Katrol Majemuk

KM = W/F =x


thumbnail

TEKANAN GAS DALAM RUANG TERTUTUP - MATERI FISIKA

Hukum Boyle
Hukum Boyle berkaitan dengan tekanan gas dalam ruang tertutup. Hukum Boyle menyatakan perkalian antara tekanan ( p ) dan volume gas ( V) dalam ruang tertutup bernilai konstan selama tidak mengalami perubahan suhu. Hukum Boyle jika dituliskan dalam persamaan matematis seperti berikut
                   
                                        

Keterangan :
V1 = volume awal ( m3)
 1 = tekanan gas mula – mula ( Pascal)
 2 = tekanan akhir ( pascal)
V2 = volume akhir ( m3)
Alat – alat pengukur tekanan gas
Alat ukur tekanan dalam ruang tertutup dinamakan manometer. Ada beberapa manometer yang digunakan antara lain manometer raksa terbuka, manometer raksa tertutup, dan manometer logam. Adapun penjelasan tentang manometer seperti berikut:
Manometer raksa terbuka
Manometer raksa terbuka bekerja berdasarkan prinsip hukum utama hidrostatis.
Manometer raksa tertutup
Manometer raksa tertutup bekerja berdasarkan hukum Boyle dan hukum utama hidrostatis



thumbnail

TEKANAN ATMOSFER - MATERI FISIKA

TEKANAN ATMOSFER
Tekanan udara atau tekanan  atmosfer adalah gaya tekan atmosfer tiap satuan luas bidang tekan. Tekanan sebesar 1,013 x 105 N/m2 atau 1,013 x 105 pascal disebut 1 atmosfer (atm) atau 1 bar. Tekana 1 atm setara dengan tekanan hidrostatis dari kolom air raksa setinggi 76 cm. Oleh karena itu 1 atm senilai dengan 76 cmHg.
Tekanan atmosfer bergantung pada ketinggian tempat. Makin tinggi sutau tempat maka tekanan atmosfer makin berkurang. Hal itu ditunjukkan dengan amosfer berkurang rata-rata 1 cmHg setiap kenaikan 100 m dari permukaan laut.
Tekanan udara disuatu tempat dapat diukur menggunakan barometer. Menurut jenisnya , barometer dapat di bedakan menjadi barometer raksa dan barometer logam. Tekanan udara di suatu ketinggian dapat ditentukan dengan persamaan berikut:
                                                            

keterangan;
 h = tinggi tempat yang di ukur ( m)

bar = tekanan udara suatu tempat yang di tunjukkan dengan barometer.

thumbnail

HUKUM ARCHIMEDES - MATERI FISIKA UNTUK SMP KELAS VIII

Hukum Archimedes menyatakan bahwa benda yang dicelupkan sebagaian atau seluruhnya ke dalam zat cair mendapat gaya apung ke atas sebesar zat cair yang dipindahkan oleh benda tersebut. Adanya hukum Archimedes menyebabkan adanya gaya Archimedes. Persamaan gaya Archimedes sebagai berikut:      

Keterangan :
 = massa jenis fluida ( kg/m3)
FA = Gaya apung ( N)
g = percepatan gravitas ( m/s2)
Vbt = volume benda yang dipindahkan ( m3)

Ketiga benda di masukan ke dalam air, ada tiga kemungkinan peristiwa yang terjadi pada benda, yaitu terapung, melayang, dan tenggelam.

Benda Terapung
Sebuah benda dikatakan terapung jika:
Massa jenis benda lebih kecil dari massa jenis zat cair
                                
                           
Besar gaya apung sama denga berat benda
                
                               

Keterangan ;
FA = gaya Archimedes ( N )
w = berat benda ( N)
 = massa jenis fluida ( kg/m3)
 B = massa jenis benda ( kg/m3)
Vb = volume benda ( m3)
Vbt = volume zat cair yang dipindahka / volume bdan yang tercelup ( m3)

Benda Melayang
Benda dikatakan melayang jika benda berada di dalam zat cair tetapi belum mencapai dasar permukaan zat cair. Benda akan melayang jika:
Massa jenis benda sama dengan massa jenis zat cair
                                               

Gaya apung sama dengan berat benda.

Benda Tenggelam
Benda dikatan tenggelam jika benda telah mencapai dasar permukaan zat cair,
Benda akan tenggelam jika:
Massa jenis benda lebih besar dari pada massa jenis zat cair
                                                 
          
Gaya apung lebih kecil daripada berat benda.
Hukum Archimedes banyak diterapkan dalam kehidupan sehari- hari seperti kapal selam, galangan kapal, jembatan ponton, hidrometer dan balon udara.

Baca Juga:
PERCOBAAN SEDERHANA HUKUM ARCIMEDES

.comment-content a {display: none;}