Home » » BALASAN UNTUK ORANG YANG SUKA MENGHASUT DAN MEMFITNAH

BALASAN UNTUK ORANG YANG SUKA MENGHASUT DAN MEMFITNAH

 Teringat 15 tahun yang lalu. Saat itu duduk di bangku kelas XI SMA, saat paling kelam dalam hidupku. Di buly, dihina di fitnah. Hari-hari seperti di neraka, merasa sampah merasa tak nyaman. Tapi ada orang-orang baik disekelilingiku meski yang lain menghinaku tanpa meraba perasaanku. Dulu aku tak mengerti mengapa E begitu membenci V. E selalu bilang padaku kamu jangan dekat-dekat dengan V, dari awal aku gak suka dia. 

E selalu membelaku, dia sahabat yang baik. Tapi entah mengapa dulu dia membenci V malah menyuruhku jauh-jauh. Padahal V itu teman sekampungku dan malah 1 SD. E tau itu, tapi aku memang dulu cuek tidak mencari tahu alasan E menyuruhku jauh-jauh dengan V. 

Dipertengahan semester, ada satu kasus teman satu bangku V  selalu kehilangan uang F selalu kehilangan uang katanya sehari 100rb hampir tiap hari. 

Aku tak pernah curiga pada siapapun,bahkan aku tak mencari tahu bahkan tak pernah berpikir siapa yang mencuri. Itulah aku si cuek bebek. Bukan tak peduli, tapi siapa pelakunya menuduh sembarangan adalah hal yang gegabah. Hingga akhirnya teman satu bangkuku bilang kasihan ya si F uangnya ilang mulu. Si P lalu nyimpen uang 5000 di atas meja, " Coba kamu liat di meja ini ada uang 5000 kan", entah dia berusaha untuk sulap atau apa? Atau menganggap aku buta? Entahlah, lalu dia ambil yang 5000 " Hah, uangnya ilang. Kamu yang ambil ya? Ko gada? "

Aku menanggapinya dengan dingin, dalam hati saat itu aku berfikir apa maksudnya? Dia sendiri yang ambil duit 5000 dia juga yang nuduh aku ngambil. Ya ampun gak ngerti banget.... 

Setelah beberapa hari V, F dan P menjauhiku. Hingga si P pindah duduk bangkunya saat itu, si V saat itu selalu membenciku. Oh Tuhan teman satu SD kelakuannya Bar-bar. Entah apa yang dia katakan pada teman satu bangkuku. Tapi seperti biasa saat itu, memang ada sedikit keanehan dan tanda tanya besar ada apa dengan mereka? Salahku apa? Paling parah P kenapa dia sifatnya derastis berubah? 

Aku selain E punya sahabat yang tulus, aku juga punya M, aku tak pedulikan mereka bertiga. Aku tetap berlalu dan mengabaikan mereka bertiga. Meski bully an tentang tubuhku yang pendek, pipiku yang tembem dan segala kekurangan yang ada dalam diriku menjadi hinaan sebagian teman sekelasku, aku terus berlalu meski itu semua menggangguku, menyakitiku dan membuatku down. Aku bisa apa? Ketika aku yang terlalu banyak kekurangan dihina dengan membabi buta oleh mereka yang merasa diri sempurna. Toh melawan mereka sama aja kita persis bicara dengan hewan, tak akan pernah didengar rasa peka mereka telah mati. 

Tapi masih ada orang- orang baik disekelilingku yang membuat aku tetap mau melangkah ke sekolah yang kadang aku anggap neraka itu 

Saat kenaikan kelas ke kelas XII, si P mendekatiku lagi, " Sebangku lagi yu sama aku? " Etah angin apa yang membuat dia datang lagi, dia berubah seperti biasa, tapi kali ini dia jadi baik sekali. Dia tahu aku suka parfum, wangi-wangian baju yang wanginya soft. Semenjak kelas XII dia sering kasih aku parfum, buah markisa kesukaan aku, ngajak maen ke rumahnya dan bikin makanan yang aku suka. Entahlah, aku hanya heran apa sebenarnya yang membuat dia berubah? 

Meski aku masih penasaran kenapa dulu dia berubah? Dia berubah saat si V bilang si F sering ilang uang, lalu entah apa yang dia bisikan ke si P. Pernah si V marah-marah dan nangis waktu kelas XI gara-gara si P baik banget sama aku. Menurut aku wajar lah teman sebangku itu baik ya, sampe si P bingung kenapa ya si V gitu kalo kita deket. Aku mah biasa aja mungkin dalam hatinya, si P yang terkenal tajir melintir deket sama aku, baik sama aku kenapa mau sama aku yang korban bulian. Meski aku saat istirahat lebih nyaman sama E dan M. 

Mungkinkan si V iri? Karena V dan P ini deket dari kelas X. Pikirku sederhana seperti itu, hanya ya udahlah. Tanpa mau cari tau kenapa pastinya. 

Akhirnya kelas XII, teman-teman-teman ku yang sering membully ku aga sedikit waras. Karena faktanya guru PKN yang mencetuskan sebutan dan hinaan karena fisiku ini tidak mengajar di kelas XII. Sesaat bulyan itu meredam, meski ada sedikit yang masih suka memaki. Ah, aku lalu lalang begitu saja, aku fokus dengan diriku yang pernah kacau di kelas XI dimana aku down, tidak konsentrasi belajar. Kini lebih mementingkan diriku, fokus bahwa aku harus lulus ujian UN saat itu, dimana UN saat itu adalah penentu kelulusan. Bahkan parahnya UN dulu, kakak kelasku yang berprestasi saja, gagal tidak lulus. Sementara aku??? Yang kacau belajarnya apa bisa lulus? 

Saat itulah aku mulai menyayangi diriku, peduli dengan masa depan dan nama baik diriku dan kluargaku  gak kebayang kalo gak lulus bisa-bisa aku gimana gitu? 

LULUS, akhirnya aku lulus dan keluar dari gerbang neraka itu. Rasanya lega, seperti terbebas dari penjara. Huhhhh waktunya, konsentrasi untuk kedepan lebih baik. Aku bersyukur lulus keluar dari sekolah itu, hingga akhirnya aku masuk perguruan tinggi. Oh Tuhan aku satu jurusan sama si V, syukurlah tidak satu kelas. Aku sekelas sama D yang satu SMA. Syukurlah D orangnya cuek dan dingin, aku aman donk di kelas. Tidak akan ada orang yang menebar kebencian dan fitnah lagi. 

Tapi kata siapa penebar kebencian itu tidak ada? Si V bikin ulah lagi, bilang di depan kampus ketemen- temen satu kelasnya bahwa aku adalah si tukang sogok dosen. " Dia itu pantas nyogok dosen, dia itu dari SMA tukang nyogok guru-guru. Jadi ga aneh kalo dia nyogok dosen".

Aku tau kata-kata itu dari temen satu kelas aku, yang heran ko ada yang ngejelek-jelekin orang lain. Si W bilang, "apakah benar V teman satu kelas waktu SMA? jangan marah ya? Aku tadi denger dia ngomong gitu?!"

Aku emosi, emosiku membara saat itu. Hingga kalap semua makanan yang ada didepanku aku lahap hingga habis. Untungnya teman satu kampus tidak bodoh seperti waktu SMA, bisa di hasut ketika dia menebar kebencian. Tidak berefek dan tidak berpengaruh, yang ada teman-teman satu kelasku mengabaikan itu. Dan sahabat baruku malah membelaku dan membencinya, aku tidak pernah mengatakan si V pada sahabatku seperti apa? Karena aku gak mau orang tau bahwa waktu SMA adalah masa sulit dan masa kelamku 

Hingga akhirnya tingkat 3, semua keburukan dia terbongkar. Semua orang membicarakannya bahkan satu kelas dia menjauhinya tidak ada orang yang mau dekat-dekat dengannya. Aku dengar dari teman sekelasnya dia kepergok lagi nyuri HP d kosan temenya. Di kelas itu juga sering ilang barang, bahkan teman satu kelasnya bilang " Ngomong aja agamis, seolah paling solehah, hobi ngejelek-jelekin orang. Faktanya eh dia tukang nyolong"

Aku kasian juga liatnya, pernah suatu hari aku liat dia duduk sendiri di teras kampus. Gada satupun temannya yang nemenin. Tamat hingga tingkat akhir dia dijauhin teman satu kelasnya. 

Dari kejadian itu, aku baru mikir jangan-jangan dia dulu pernah fitnah aku yang nuduh nyuri uang teman satu bangkunya? Ato dia hasut teman satu bangku aku buat benci sama aku. Faktanya saat tingkat satu, gada ujan gada angin dia jelek-jelekin aku,  dan untungnya ga ngaruh. Karena yang dia hasut sudah bukan bocah lagi. 

Jahat memang, menghasut orang untuk membenci. Kejam memang menuduh orang sebagai pelaku kejahatan. 

Dan faktanya, apa yang ia perbuat? Apa yang ia tuduhkan? Pada akhirnya menimpa dirinya sendiri. Dan Alloh kasih pelajaran yang berharga, membuka kebenaran pada waktu yang tepat. Aku lega, akhirnya aku tau siapa V. Mungkinkah dia yang ngambil duit si F teman sebangkunya? Yang menghasut si P buat ngejauhin aku. Dan akhirnya alasan E tepat, dia menyuruhku untuk menjauhi si V

Tak mudah waktu SMA aku bangkit menjalani hinaan dan juga dosa yang dituduhkan kepada kita padahal kita tidak berbuat demikian? 

Jangan jadi orang iri dan picik, karena tak semua orang yang di hasut adalah orang bodoh yang mudah percaya. Jangan menyakiti siapapun, karena suatu saat akan menimpa diri kita sendiri. Cukup tau alasan E membenci V, cukup tau siapa V itu? 

Jadi pelajaran berharga, jangan berlindung dibalik kata-kata yang agamis, karena agama tidak pernah mengajarkan kemunafikan ( menjadi orang munafik) 

Jangan pernah memfitnah, jika tidak mau dibukakan kebenaran yang sebenarnya. Dan parahnya lagi kejahatan atas perilakunya sendiri disaksikan oleh orang lain. Fitnah dan hasut adalah pembunuhan, iya membunuh karakter seseorang. Penghasut hanya akan dipercaya oleh orang bodoh. Dan penghasut tidak akan pernah menembus otak orang yang cerdas. Dan FITNAH? Balasannya sangat menyakitkan, apa yang kamu tuduhkan atas perbuatanmu kepada orang lain, maka kelakuanmu akan terbuka dengan sendirinya dan pilunya lagi disaksikan oleh orang-orang terdekatmu. 

Hidup itu simpel seperti cermin, apa yang kamu lihat apa yang kamu dapat ya itulah seperti bayangan pada cerminmu. Jika kamu tukang fitnah dan hasut ya itulah yang kamu lihat dan dapat, akan termakan oleh hasut dan fitnahmu sendiri


/>

0 komentar:

.comment-content a {display: none;}