Home » » KASUS GAYA BELAJAR SISWA PADA SMP PPG 2019

KASUS GAYA BELAJAR SISWA PADA SMP PPG 2019


1.  Kasus  Gaya Belajar Siswa
Dalam Proses belajar masih banyak peserta didik yang belum mengetahui bagaimana cara belajar yang baik dan sesuai dengan dirinya sendiri. Hal ini menjadi suatu masalah khusus yang  berdampak pada pemahamanan  terhadap pembelajaran. Dari hasil pengamatan yang saya peroleh  mengenai keseharian peserta didik,serta kegiatan  belajar yang dilakukan  peserta didik,
 Kegiatan belajar yang biasanya  dilakukan peserta didik dengan sedikit malas-malasan tidak mempunyai kegairahan dalam kegiatan belajar terutama dalam materi bahasa indonesia yang setidaknya belajar dengan keterampilan yang penuh. Saya mempunyai kasus   yang terkait dengan gaya belajar Peserta didik, Dalam melakukan belajarnya dia melakukan dengan sungguh- sungguh, dia  selau belajar sendirian, karena  dia tidak senang  melakukan belajarnya di tempat yang bising  kemudian jika ada yang  kurang jelas  maka suka menanyakan kepada guru. Dalam mengerjakan tugas dia lebih suka mengerjakan sendirian dari pada kelompaok, namun jika dia  memperoleh suatu tugas yang diharuskan untuk bekerja dalam suatu kelompok dia tetap ikut andil dan mengerjakan tugas terebut  dengan teman-teman kelompoknya, ketika pelajaran  di dalam kelas  dia lebih mudah memahami  apa yang dijelaskan oleh guru  melalui perkataan  dari pada apa yang dijelaskan  melalui tulisan  guru dipapan tulis, terkadang dia tidak menulis apa yang di terangkan guru, tetapi dalam menghadapi ulangan dia selalu  mendapatkan nilai tinggi, tetapi dia kurang dalam kepercayaan dirinya sering takut di tunjuk untuk maju ke depan kelas oleh  guru
2.  Contoh Pembelajaran yang paling cocok untuk mengajarkan Bahasa Indonesia berdasarkan kasus gaya belajar yang Anda ambil tersebut
Dari pemaparan kasus tersebut dapat dikatakan bahwa tipe gaya belajar  sangat mempengaruhi terhadap pemahaman suatu pelajaran, berbagai macam  gaya  belajar pada dasarnya memiliki oleh setiap individu.


  1. Kasus  Gaya Belajar Siswa
Dalam Proses belajar masih banyak peserta didik yang belum mengetahui bagaimana cara belajar yang baik dan sesuai dengan dirinya sendiri. Hal ini menjadi suatu masalah khusus yang  berdampak pada pemahamanan  terhadap pembelajaran. Dari hasil pengamatan yang saya peroleh  mengenai keseharian peserta didik,serta kegiatan  belajar yang dilakukan  peserta didik, Kegiatan belajar yang biasanya  dilakukan peserta didik dengan sedikit malas-malasan tidak mempunyai kegairahan dalam kegiatan belajar terutama dalam materi bahasa indonesia yang setidaknya belajar dengan keterampilan yang penuh. Saya mempunyai kasus yang terkait dengan gaya belajar Peserta didik, Dalam melakukan belajarnya dia melakukan dengan sungguh- sungguh, dia  selau belajar sendirian, karena  dia tidak senang  melakukan belajarnya di tempat yang bising  kemudian jika ada yang  kurang jelas  dia  tidak pernah menanyakan kepada guru. Dalam mengerjakan tugas dia lebih suka mengerjakan sendirian dari pada kelompaok, namun jika dia  memperoleh suatu tugas yang diharuskan untuk bekerja dalam suatu kelompok dia tetap ikut andil dan mengerjakan tugas terebut  dengan teman-teman kelompoknya, ketika pelajaran  di dalam kelas  dia lebih mudah memahami  apa yang dijelaskan oleh guru  melalui perkataan  dari pada apa yang dijelaskan  melalui tulisan  guru dipapan tulis, terkadang dia rajin  ketika  di suruh  menulis apa yang di terangkan guru,  dan dia juga sangat rajin ketika di suruh bersih-bersih di kelas, kurang dalam kepercayaan dirinya sering takut di tunjuk untuk maju ke depan kelas oleh  guru,
  1. Contoh Pembelajaran yang paling cocok untuk mengajarkan Bahasa Indonesia berdasarkan kasus gaya belajar yang Anda ambil tersebut
Dari pemaparan kasus tersebut dapat dikatakan bahwa tipe gaya belajar  sangat mempengaruhi terhadap pemahaman suatu pelajaran, berbagai macam  gaya  belajar  pada dasarnya memiliki oleh setiap individu.setelah diketahui bahwa terdapat sedikit ketidaksesuaian antara tipe gaya belajar pesertadidik dengan cara belajar yang di pakainya
Adapun contoh  pembelajaran yang paling cocok untuk mengatasi  kasus tersebut adalah sebelum memberikan model  metode pembelajaran yaitu  memberikan pemahaman   terlebih dahulu kepada peserta didik untuk menyarankan  upaya menemukan gaya belajar yang tepat,usaha  kedua yang dilakukan adalah dengan mencoba memahami pelajaran sesuai dengan tipe gaya belajar peserta didik, yaitu dengan mengajak peserta didik sesekali belajar kelompok atau berdiskusi dengan teman tentang pelajaran yang belum dipahaminya. membaca buku yang dipelajari degan bersuara supaya telinga subjek dapat menangkap apa yang dibacanya.
Teknik-teknik untuk mengatasai kasus tersebut
  1. Teknik Wawancara, belajar bahasa indonesia melibatkan berbagai jenis keterampilan, salahsatunya berbicara, teknik wawancara sangat cocok untuk memperlancar keterampilan tersebut. siswa diminta berpasangan, satu sebagi penanya dan yang lainnya menjawab, kemudian bergantian, dengan teknik ini siswa memahami teori wawancara dengan langsung mempraktikkannya, lebih jauh lagi siswa dapat mencoba praktik wawancara dengan narasumber di luar sekolah.bahkan tokoh, tokoh penting di masyarakat.
  2. Teknis  Pemecahan Masalah, salah satu teknik belajar indonesia yang menyenangkan adalah penyelesaian masalah, teknik ini sangat cocok diterapkan untuk melatih siswa berargumentasi yang baik. jenis materi  yang dapat di aplikasikan dengan teknik ini adalah menulis teks argumrntasi. misalnya siswa diberikan rekaman tentang suatu permasalahan banjir dan bencana alam kemudian siswa diminta untuk menulis karangan cara mencegah banjir.
  3. Teknik Permainan, salah satu yang bisa dilakukan oleh seseorang pengajar suapaya siswa tidak bosan dan tidak jenuh dalam pembelajaran adalah memberikan permain, Misalnya permainan Who Wants To Be  A Milionaire, tebak kata, kata berkait  guru dapat memodifikasi permainan ini untuk menguji salah satu materi.
  4. Teknik Pembelajaran di luar Kelas, sekali waktu siswa bisa di ajak belajar di luar kelas akan membuat kesan yang mendalam bagi mereka, misalnya saat menulis puisi dengan pengawasaan guru siswa dapat mencari inspirasi di mana pun asalkan masih dalam lingkungan sekolah, bisa di bawa keperpustakaan ketika menulis resensi  artinya siswa tidak mengimajinasikan buku yang akan diresensi, melainkan siswa benar-benar membuku buku tersebut.
     Simpulan yang saya dapatkan adalah jika peserta didik mempunyai gaya belajar yang salah maka kita sebagi pendidik harus bisa memberikan gaya belajar
  5.  







/>

0 komentar:

.comment-content a {display: none;}