Home » , » GEJALA PENYALAHGUNAAN MINUMAN BERALKOHOL

GEJALA PENYALAHGUNAAN MINUMAN BERALKOHOL

"Setiap minuman yang memabukkan adalah khamer dan yang setiap memabukkan adalah haram. Barang siapa yang kecanduan minuman keras dan mati kemudian tidak bertaubat maka nanti ia tidak akan meminumnya di akhirat. (al-Maidah ayat : 90)"



Alkhol dapat menekan aktifitas susunan saraf pusat. Dalam jumlah sedikit akan mempengaruhi pusat pengendalian diri di otak dan berkhasiat seolah-olah sebagai perangsang (stimulans) susunan saraf.
Karena pusat pengendalian diri tersebut, rasa malu akan berkurang, peminum akan lebih berani berbicara dan lebih leluasa berkomunikasi dengan orang lain serta tidka akan merasa cemas.
Meminum minuman keras dalam jumlah banyak mengakibatkan peminum kehilangan keseimbangan, berbicara menjadi tidak jelas (cadel) , dan daya ingat serta kemampuan menilai sesuatu terganggu untuk sementara waktu. Dalam jumlah lebih banyak lagi dapat menimbulkan koma bahkan kematian. Pada intoksikasi (keracunan), lebih dikenal dengan istilah mabuk, terlihat gejala seperti cadel, banyak bicara, koordinasi motorik terganggu (jalan sempoyongan), bola mata bergerak-gerak ke samping (nystagmus), mata merah, terjadi perubahan perasaan, mudah marah dan tersinggung.
Kasus keracunan alkohol dapat di bagi dalam 5 tingkat yaitu tingkat subklinik, stimulasi, kebingungan, pingsan, keadaan koma.
Tingkat subklinik
Bila kadar alcohol dalam darah 0 – 1200 mg/100 ml darah atau dalam urine 0 – 150 mg/ 100 ml urin maka peminum masih terlihat normal, terdapat sedikit perubahan kepekaan psikologi.

Tingkat stimulasi
Kadar alcohol dalam darah 40 – 220 mg/ 100 ml darah atau dalam urine 130 – 290 mg/ 100 ml urine maka emosi tidak stabil, daya tahan menurun, tidak ada koordinasi otot dan respon terhadap orang lain sangat lambat.

Tingkat kebingungan
Bila kadar alcohol dalam darah 180 – 310 mg/ 100 ml darah atau dalam urine 260 – 450 mg /  100 ml urin maka gangguan sensasional (perasaan), tidak dapat menyesuaikan dengan lingkungan, hilang keseimbangan serta bicara tidak terkontrol.

Pingsan
Kadar alcohol dalam darah 270 – 440 mg/100 ml dalam darah atau dalam urine 360 – 580 mg/100 ml maka respon terhadap rangsang menurun, tidak ada kordinasi pada otot serta terjadi kelumpuhan(paralisis)

Keadaan koma
Kadar alcohol dalam darah 300 – 550 mg/100ml darah atau dalam urine 480 – 700 ,g/100 ml urine maka dalam ketidaksadaran sempurna, gerak reflex melemah, bahkan tidak ada reflex sama sekali dan bila melampui keadaan ini tidak dapat tertolong.

Akibat minuman yang mengandung alcohol

Ganguan fisik
Minuman keras dalam jumlah banyak dan waktu yang lama akan mengakibatkan kerusakan hati, jantung, pancreas, lambung dan otot. Bayi yang dilahirkan oleh ibu peminum beresiko mengalami berat badan kurang, keterbelakangan mental dan janin tidak tumbuh sempurna

Gangguan jiwa

Peminum kronsi dalam jumah banyak akan mengakibatkan kerusakan jarngan otak, gangguan daya ingatan. Gangguan jiwa tertentu, mudah tersinggung, pengendalian diri kurang, pemberani, agresif, dapat menimbulkan gangguan ketertiban umum dan keselamatan diri, terutama bila mengemudi kendaraan.


/>

0 komentar:

.comment-content a {display: none;}