Home » » NASKAH DRAMA MUSIKAL UNTUK 11 ORANG (BRUTAL AND THE KINGDOM OF GOZTT)

NASKAH DRAMA MUSIKAL UNTUK 11 ORANG (BRUTAL AND THE KINGDOM OF GOZTT)


PERAN
Miun : seorang kakek tua, berpakaian compang camping, berjanggut dan berjalan memakai tongkat
King mouse: seorang raja tikus dari kerajaan goztt
Queen mouse : ratu tikus dari kejaan goztt
Giant : seekor tikus pekerja dari kerajaan goztt yang amat galak (tubunnya tinggi dan besar)
Honest : seekor tikus pekerja dari kerajan goztt yang amat baik hati dan lembut
Dijjah : seekor tikus pembantu dari kerajaan goztt
Ucok : ayah Brutal yang berkumis tebal galak dan tegas
Mumun : ibu Brutal yang lembut dan pengertian
Brutal : anak Pak Ucok dan Bu Mumun (anak yang paling nakal dan paling serakah)
Cory : adik Brutal yang baik hati
Andi : sahabat Brutal di Sekolah


CERITA
Pagi yang cerah…aktifitas seperti biasa di keluarga Pak Ucok. Bu Mumun sedang menyiapkan makan. Pak Ucok siap-siap pergi ke kantor. Cory sudah siap pergi ke sekolah. Namun Pak Ucok dan Cory sedang menungu ibu untuk sarapan pagi. Sementara Brutal masih tertidur pulas.
Bu mumun : (setelah beres memasak menyiapkan makanan di meja) “ayah, cory, brutal ini makanannya sudah siap. Ayo kita makan!
Pak Ucok : bu mana brutal? Sudah jam segini ko belum ke sini buat sarapan, cory liat kakakmu di kamar?
Cory : iya yah
Cory pun lantas pergi ke kamar kakaknya, cory takut membangunkan kakaknya yang sedang tidur terlelap. Tapi mau tak mau cory harus membangunkan kakaknya
Cory : kak. Kakak….bangun ini sudah siang!
Brutal : hmmmm…. Bentar lagi. Males sekolah
Cory : kak tar ayah marah
Brutal : brisik lu, sana pergi. Ayah Cuma sayang kamu, aku gak mau sekolah (sambil menimbuk cory dengan bantal)
Cory pun mengahmpiri meja makan, lalu ayah menanyakan kenapa kakaknya tak bangun
Pak ucok : gimana kakakmu?
Cory : kakak nanti turun kali yah, belum bangun
Pak ucok : kenapa dia gak bangun. Anak laki-laki gak boleh malas, biar ayah saja yang bangunin (sambil memasang raut wajah yang marah )
Bu mumun : ga usah yah, biar ibu saja!
Pak ucok : biar ayah, laki-laki tak boleh malas. Kita tak di ajarkan untuk jadi pemalas. Kita harus semangat dalam mengawali hari. Ayah saja yang bangunkan

NGADANCE LAGU SEMANGAT BARU BY ELO (MULA-MULA AYAH YANG MENARI DI IKUTI IBU DAN CORY)

Setelah dance lanjut ke cerita
Pak Ucok bergegas pergi ke kamar ucok. Betapa galaknya ayah ucok. Dia menyiram wajah brutal
Pak ucok : bangun kamu, anak laki-laki gak boleh malas
Brutal : yah, apa-apaan? Aku gak mau sekolah aku mau tidur
Pak ucok : nakal kamu, mau jadi apa kalo dah gede??
Brutal : bodo…. ayah dan ibu gak sayang sama ucok, Cuma sayang ama cory
Pak ucok : ngomong apa kamu? Kamu bergegas mandi atau sebulan ayah gak kasih jajan?
Brutal pun mandi, dan memakai baju. brutal yang masih kesal menghampiri meja makan. Sementara ibu menyiapkan makanan untuk Brutal, Cory dan Pak ucok. Tiba-tiba Brutal mengambil lauk milik cory. Dia memakan lahap, sementara cory menatap sedih tapi tak mau ambil pusing karena ayah pasti marah besar. Setelah habis brutal tersenyum sinis ke cory.
Sarapan pagi sudah selesai, pak ucok , cory, dan brutal berangkat untuk menjalani aktifitas, sementara ibu merapihkan meja makan.
Di sekolah…bel berbunyi waktunya pulang. Panas terik siang itu membuat haus brutal.
Brutal : jajan yu ndi?
Andi : kemana?
Brutal di luar sekolah lah!
Andi : gak punya duit browwwwww….lagi kere bin boke
Brutal : aku traktir deh
Andi : ok
Di luar sekolah, di dekat pertokoan brutal dan andi membeli jus sebagai pelepas dahaga. Mereka meminum berdua di dekat emper toko. Tiba-tiba ada kakek-kakek menghampiri mereka
Kakek miun : permisi de, minta sedekahnya?
Andi : kek, aku minta maaf aku gak punya uang ke. Ini jus aku aja buat kakek. Kakek haus ya?
Kakek miun : makasih de (sambil mengambil jus dari andi)
Brutal :(menarik jus di tangan kakek, lalu melemparnya ke jalan. Dengan wajah kesal dia memaki kakek) “eh enak banget lu ya kek, tinggal minta langsung seruput. Minta tuh sama anak kamu?udah dekil bau tikus got lagi. Sana pergi bau…….!”
Andi : kamu jangan galak, kasian. Liat itu kakinya kakek itu pincang. Mungkin dia emang gak punya uang
Brutal : aku ngasih ke kamu bukan sama gembel itu
Kakek itu tersinggung dan menitikan air mata, lalu dia menatap wajah brutal
Kakek miun : mulutmu pedas de, nilai kasihmu tak ada. Kamu tak menghormati orang lain. Dan kamu menghina orang kecil
Brutal : makan cabe baru pedas, aku gak suka sama kamu. Minta aja bisanya, bau got
Kakek miun : aku minta maaf telah mengganggu. Jaga mulutmu. Suatu saat kamu akan belajar bagaimana caranya menghargai orang.
Andi : kek, aku minta maaf

Andi dan kakek menyanyi cintailah cinta yang di tujukan terhadap brutal (dalam pertunjukan brutal dengan wajah ketus dan andi memberitahu bahwa hargailah sesama lewat lagu cintailah cinta by dewa 19, andi memainkan gitar sementara kakek bernyanyi)
[intro] F#m A E C#m F#m Am
 
 E                        C#m7
Tuhan, anugerahi sebuah cinta
                F#m
Kepada manusia untuk dapat
             B
Saling menyayangi
 E                    C#m7
Bila kebencian meracunimu
                   F#m
Takkan ada jalan keluar
                    B
Damai hanya jadi impian
 
 C#m                 F#m  G#m
Kita takkan bisa berlari dari
      C#m               F#m   
Kenyataan bahwa kita manusia
 G#m       A         B
Tempatnya salah dan lupa
 
[Chorus]
      F#m    A        E     C#m
Jika masih ada cinta di hatimu
      F#m    A      E       C#m
Maka maafkanlah segala kesalahan
     F#m      Am
Cintailah cinta
 
 C#m                 F#m  G#m
Kita takkan bisa berlari dari
      C#m               F#m   
Kenyataan bahwa kita manusia
 G#m       A         B
Tempatnya salah dan lupa
 
[Chorus]
      F#m    A        E     C#m
Jika masih ada cinta di hatimu
      F#m    A      E       C#m
Maka maafkanlah segala kesalahan
     F#m      Am
Cintailah cinta
 
      F#m    A        E     C#m
Jika masih ada cinta di hatimu
      F#m    A      E       C#m
Maka maafkanlah segala kesalahan
     F#m      Am
Cintailah cinta
 
      F#m    A        E     C#m
Jika masih ada cinta di hatimu
      F#m    A      E       C#m
Maka maafkanlah segala kesalahan
     F#m      Am
Cintailah cinta
 
 E                      C#m7
Bila kamu bisa 'tuk memaafkan
                  F#m
Atas kesalahan manusia yang
                    B
Mungkin tak bisa dimaafkan
 E                       C#m7
Tentu Tuhan pun akan memaafkan
                      F#m
Atas dosa yang pernah tercipta
                         B     E
Yang mungkin tak bisa diampuni

Setelah bernyanyi lanjut ke cerita
Lalu kakek itu pergi , dalam hati dia berkata “sungguh anak yang pedas kata-katanya. Saya tak ikhlas dia menghina saya seperti itu. Aku harap dia merasakan apa yang aku rasakan”.
Andi dan brutal pun bergegas pulang meninggalkan emperan toko ke rumah masing-masing. Malam telah tiba, langit begitu hitam pekat. Tiba-tiba hujan turun dengan derasnya di sambarkan petir dan kilatan yang menyilaukan mata. Brutal malam itu sedang berada di kamar nya. Dia pun enggan menyalakan TV. Saat semua tertidur dengan lelap. Tiba-tiba muncul sosok bayangan seorang kakek yang berjanggut dan memakai tongkat . mirip kakek yang tadi siang ia marahi.
Kakek miun (bayangan ) : kamu anak nakal, saya kutuk jadi tikus. Agar kamu belajar bagaimana rasanya bau got dan tinggal di got
Tiba-tiba badan brutal mengecil dan ia pun menjadi tikus. Suaranya nyaris tak terdengar….dia ketakutan dia bersembunyi di balik lemari sambil menangis
Brutal : ini apa? Aku jadi seekor tikus, aku harus bangunkan ibu
Bayangan itu telah pergi, dan brutal pun lari menuju kamar ibunya. Ia menarik baju ibunya. Lalu ibunya terbangun dan betapa kaget ibunya
Bu mumun : ayah, ayah ada tikus. Tolong-tolong
Pak ucok :nakal kamu, aku patahin kaki kamu
Lalu brutal pun lari, dia sadar dia bukan lagi manusia. Dia lari ke luar rumah, karena dia sadar ayahnya sangat jijik dan benci dengan tikus dia takut dia di bunuh seperti biasa ayah selalu mencari tikus hingga mati jika ia tahu ada tikus di rumahnya.
Di luar hujan begitu deras, brutal lari dan ia terjatuh ke got di depan rumahnya. Dia menangis kesakitan, kakinya terluka dan berdarah. Betapa sakit yang di rasakannya. Tiba-tiba ia bertemu dengan tikus besar. Brutal ketakutan sekali melihat sosok tikus dalam keadaan besar menurut pandangannya
Giant : cit..cit…cit …hei kamu dari mana? Ayo ikut aku, kamu akan menjadi budak di kerjaan goztt
Brutal : kerajaan? Disini ada kerajaan? Ini tempat yang paling bau. Mana ada kerajaan?
Giant : cit…cit…cit…hahahahha…ini bau hidungmu itu hidung eror. Ini wangi sampah kesukaan kami. Kerajaan goztt ini paling indah penuh sampah dan air warna coklat ini adalah sungai bagaikan di surga.
Brutal : (masih dalam kebingungan hal seperti ini di bilang surga, betapa kumuh dan kotornya tempat ini) aku tak bisa , aku mau pergi
Giant : cit…cit…cit…oh kamu mau lari (sambil menginjak kaki nya yang luka)
Brutal : tolong lepaskan aku, aku kesakitan dan aku tak kuat dengan bau tempat ini
Giant :cit..cit…cit… lihat dirimu, kau berlumuran lumpur dari goztt ini. Maka dari  itu artinya kamu harus ikut denganku
Brutal di seret ke kerajaan goztt, betapa kejamnya giant.lalu giant memperkenalkan pada queen mouse dan king mouse
Giant : cit…cit…cit…pak duka, ini saya kenalkan ada pekerja baru yang siap melayani anda?
Betapa senangnya sang raja dan ratu yang mendapatkan pekerja baru. Begitu pula dengan giant meski galak dia bahagia mendapat teman baru di kerjaan gozt. Dan sang raja pun memperkenalkan kerajaannya kepada brutal

Memperkenalkan dunia kerajaan dengan JUDUL LAGU INILAH DUNIAKU BY BASTIAN STEEL semua berdansa (berjoget bersama kecuali brutal) sang raja dan sang ratu menari bersama di ikuti gerakan oleh giant. Sementara brutal hanya melihat mereka menari sementara hati lirh dalam pilu)

Setelah berdansa lanjut ke cerita
Kemudian sang raja bertanya pada brutal
King mouse : (suaranya begitu mengegelegar)cit…cit…cit.. wah..wah good job. Siapa namamu dekil?
Brutal : ak..ak..akuuuu. aku brutal. Aku mohon aku ingin pulang
Queen mouse : (dengan centil )cit….cit…cit…apuahhhhhh? Kau ingin go homeeee…ora!!!! Ora!!!
Brutal : aku gak mau tempat ini kumuh , dekil bau….
King mouse : (sambil marah ia memerintahkan kepada giant agar brutal di kurung) cit…cit..cit…giant kurung dia
Penjara begitu kumuh dan gelap, honest yang melintas penjara (tempat brutal di kurung) menatapnya dengan lirih.
Honest : hay kawan, kenalkan aku honest. Aku pekerja di sini, aku mencuri makanan lalu aku persembahkan untuk raja dan ratu? Kamu baik-baik saja?
Brutal : ya , aku baik (sambil menangis, dan mengeluh kesakitan ). Boleh kah aku minta makan sedikit saja, aku lapar! Dan taukah kamu obat untuk lukaku?
Honest : ini untukmu, obatnya saya tak tahu kawan. Makanlah
Tiba-tiba datang dijjah pelayan kerajaan. Dia tergesa-gesa menghampiri honest
Dijjah (dengan suara melengking) cit..cit…cit honest bodoh kamu. Kalo ratu dan raja tau bagaimana?
Honest: sedikit saja, aku takut dia mati.
Dijjah : tak bisa (sambil merebut makanan yang di makan brutal, meski tak tega tapi dijjah takut ketaun oleh raja dan ratu)
Honest dan dijjah meliha ke sudut penjara menatap brutal dengan keadaan yang menghawatirkan. Betapa tak tega hati mereka.

Kemudian dijjah dan honest bernyanyi bertujuan untuk memberi semangat kepada brutal. Honest mainkan gitar sementara dijjah bernyanyi. Dan di balik penjara brutal tertunduk lemah tak berdaya
Intro : Bm G 4x



Bm             G

Mungkin kau kecewa

Bm             G

Semua datang yang tak kau minta

Bm        G          

Namun ini semua 

     Bm      G

kenyataan kita



[Rap]

Bm

Waktu kita lelah dalam menjalani

G

Semua macam kisah dalam hidup ini

Bm

Kadang kita lemah hanya mampu untuk pasrah

G

Saat kenyataan gak sejalan dengan harapan

Bm

Saat keyakinan hilang dalam kepahitan

G

Tetaplah tabah setidaknya kau mencoba

Bm

Menjadi lebih baik dalam jalani hidup ini

   G

Janganlah resah tiada waktu menjawabnya



Em           G

Kau harus bersabar

   Em       G

Semua indah pada waktunya



[chorus]

Bm          G

Santai saja kawan (Ikuti kata hati biarkan sedihmu berlalu)

Bm          G

kau pasti bisa (Menjadi suatu hari dengan pagi yang baru)

Bm          G

tenang saja kawan

    Bm       G

hadapilah semua

[interlude] Bm G 4x

[outro] Bm G 2x

 
Setelah bernyanyi lanjut ke cerita
Tiba-tiba giant datang mendengar kegaduhan di dekat penjara.
Giant : ada apa ini?
Dijjah : oh tak ada apa-apa. Kami hanya berbincang dengan tikus bodoh ini.
Honest, giant dan dijjah meningalkan penjara. Suasana begitu mencekam di penjara. Betapa gelapnya ruangan itu. Dalam lirih dia menangis
Brutal : “Tuhan…aku memang jahat. Aku telah menghardik orang miskin. Betapa serakah dan liciknya aku terhadap adikku. Bolehkan Kau beri aku kesempatan untuk menjadi anak yang baik. Kakak yang baik, anak yang penurut. Dan kawan yang setia. Bolehkan aku hidup normal kembali. Aku takut Tuhan. Ini kutukan yang menakutkan. Kakek itu, ya kakek itu. Kakiku luka pincang seperti kakek itu. Tubuhku bau, dan aku kelaparan. Jika aku bertemu nanti aku mau minta maaf”

Intro: A  B  D  C#  F#m  F#m7-5  C# (2x)
      A  E  F#m  E  D  A  B (2x)

A              B           D          C#
Air mata yang telah jatuh membasahi bumi
F#m            F#m7-5            C#
Takkan sanggup menghapus penyesalan
A               B
Penyesalan yang kini ada
D             C#
Jadi tak berarti
F#m               F#m7-5          C#
Karena waktu yang bengis terus pergi


Reff:
A        E           F#m        E
Menangislah ... bila harus menangis
       D       A      B
Karena kita semua manusia
 A               E          F#m            E
Manusia bisa terluka ... manusia pasti menangis
     D            A               B
Dan manusia pun bisa mengambil hikmah


A           B         D           C#

Di balik segala duka tersimpan hikmah
F#m       F#m7-5           C#
Yang bisa kita petik pelajaran
A           B         D            C#
Di balik segala suka tersimpan hikmah
F#m              F#m7-5        C#
Yang kan mungkin bisa jadi cobaan


Back to: Reff
Int: A  E  F#m  E
    D  A  B
Back to: Reff (3x)

Ajaib…. Keajaiban pun datang. Tiba-tiba pintu itu terbuka dengan sendirinya, dengan terpinang-pincang brutal meninggalkan penjara itu. Dengan langkah yang hati-hati ia berjalan menuju luar. Hujan masih deras, padahal matahari sebentar lagi terbit menyingsingkan sinarnya. Luka di kakinya terbasuh air segar dari langit, bau yang mendera badannya pun terbasuh air dar langit. Brutal amat kecil, badannya hanya seuukuran tikus got. Terdiam di beranda rumah, ia takut sekali masuk rumah. Mencari lubang agar sampai ke kamarnya. Tak di sangka jendela rumah masih terbuka. Untung saja ibu lupa menguncinya. Dan akhirnya brutal sampai di kamar. Dia bersembunyi di balik lemari. Dalam tangis dan penyesalan dia terus mengeluarkan air matanya. Tiba-tiba ada sosok bayangan kakek tua itu lagi…
Kakek miun : keluarlah kamu nak! Jangan takut
Brutal : siapa kamu?
Kakek miun : aku akan melepaskan kutukanmu…tapi dengan syarat?
Brutal :syaratnya apa? Aku pasti akan berusaha melakukan apapun syaratnya.
Kakek miun: jadilah seorang kakak yang penyayang, anak yang menurut, da menjadi murid yang cerdas memiliki cita-cita yang tinggi. Dan jadilah kawan yang selalu mengingatkan pada kebaikan. Jagalah lidahmu, karena lidahmu lah yang akan mencelakakanmu. Jika saja kamu kembali jahat. Kamu akan menjadi tikus seumur hidupmu.
Brutal : iya kek aku siap…
Sosok bayangan itu pergi dan menghilang. Brutal yang masih sedih merasa menyesal dengan tingkahnya. Tiba-tiba badannya kembali menjadi manusia. Namun luka di kakinya tak menghilang masih membekas. Hidup baru di rasakan brutal. Memiliki hati yang penuh kasih dan menjalani hidup dengan damai. Ia mencintai ibu, ayah serta adiknya. Iapun menjadi pribadi yang santun dan sahabat yang baik.
Inilah pesan di balik cerita brutal and the kingdom of goztt, meski cerita ini fiksi pesan moral yang di sampaikan adalah jadilah menjadi pribadi yang santun, kata-kata yang halus dan pribadi yang ramah. Jangn pernah melukai hati siapapun dengan mulutmu. Jadilah anak yang rajin dan patuhlah terhadap kedua orang tua. Dan jangan lupa bahwa malas mencerminkan anak yang tak memiliki keinginan untuk maju. Maka dari itu semangat belajar jangan malas pergi ke sekolah






/>

0 komentar:

.comment-content a {display: none;}