Home » , , » SINOPSIS FILM HABIBIE & AINUN 3 - KISAH PERJALANAN HIDUP AINUN MUDA

SINOPSIS FILM HABIBIE & AINUN 3 - KISAH PERJALANAN HIDUP AINUN MUDA



Siapa yang tidak kenal dengan sosok Habibie & Ainun, selain terkenal dengan sosok cerdas dan termasuk orang no. 1 di Indonesia, sosok ini juga dikenal karena kisah kehidupannya  atau tepatnya perjalanan kisah cintanya yang unik.

Bagi anda penggemar Habibie & Ainun, pasti tidak pernah ketinggalan dengan kisah cintanya yang di film kan?
Hmmm Habibie & Ainun 1 membahas tentang kisah cinta dan bersatunya Habibie & Ainun. Kemudian disusul dengan dengan kisah Habibie & Ainun 2 tentunya menceritakan kisah cinta Habibie dengan gadis asal Jerman.

Nah kali ini di Habibie & Ainun 3 saatnya menceritakan perjalanan, perjuangan, dan kisah cinta Ainun.

Ainun merupakan sosok yang cerdas, berprestasi dan juga pemberani.
Film ini bercerita saat anak dan cucu Eyang Habibie hendak makan malam, semua anggota keluarga berusaha untuk tidak mengingatkan eyang Habibie terhadap alm mendiang istrinya. Namun tiba-tiba, salah satu cucu dari eyang Habibie yang bernama Tifany meminta di antar ke kamar mandi karena takut, sambil menuju kamar mandi eyang Habibie menceritakan eyang Ainun, bahwa Tifani ( cucunya ) harus jadi wanita pemberani seperti eyang Ainun. Kisah ini dilanjutkan di meja makan, setelah Tifani selesai buang air kecil

Saat di meja makan, semua anggota keluarga berusaha menceritakan hal - hal yang lucu dan unik, berharap anggota keluarga ikut tertawa. Namun salah satu anggota keluarga berkata " Apanya yang lucu?" Semua terdiam, karena memang mungkin ceritanya garing. Nah Tifani teringat, eyang Habibie akan menceritakan tentang eyang Ainun. Tiba - tiba eyang Habibie menceritakan, raut wajah dari anak eyang Habibie agak kebingungan takut jika eyang Habibie menceritakan kisah eyang Ainun dengan durasi yang sangat panjang. Konon jika eyang Habibie menceritakan kisah tentang eyang Ainun itu bisa lama dan lupa waktu. Usaha anak pertama eyang yang sudah berjuang melemparkan suasana sia-sia. Kenyataannya cerita eyang sangat menarik perhatian menantu dan cucunya, dan pada akhirnya anak eyang sendiri ikut larut di dalamnya.

Bermula dari Ainun muda yang sedang duduk di halaman sekolah bersama kedua temannya, kemudian didatangi Habibie dan langsung berkata " Ainun, kamu jelek, hitam seperti gula jawa" dengan perasaan kaku kemudian Habibie meninggalkan Ainun yang kebingungan.

Saat pertandingan di sekolah ternyata Ainun mampu mengalahkan tim lawan .Unik nya pemeran tim lawan adalah cucu asli eyang Habibi & eyang Ainun ( Tifani yang beranjak remaja)
Dari kemenangan itu, hati Habibie mampu luluh karena ketangguhan Ainun dalam menghdapi lawan.

Saat hendak perjalanan pulang, keduanya menuju arah yang berbeda. Diperjalanan yang berbeda, masing - masing teman dekat Habibie / Ainun saling meledek mereka dan mengatakan Habibie & Ainun cocok, sama-sama cerdas.

Diperjalanam saat Habibi melihat Ainun naik becak, mencoba mengejar namun Habibie terjatuh karena hampir terserempet mobil. Saat terbangun dan mencoba mencari Ainun, Ainun sudah tidak ada di depan mata.
Kala itu Ainun pulang dengan keadaan kurang ceria, terus terfikir apakah dia di terima di UI Fakultas kedokteran?
Hatinya gelisah berharap ada surat dari UI, ternyata surat yang ditunggu ada ditangan kakak laki - lakinya. Saat dibuka syukurlah Ainun diterima di UI Fakultas Kedokteran.

Perayaan kelulusan pun telah tiba, SMAK DAGO Bandung mengadakan pesta perayaan. Dansa dan lagu jadul menjadi hal menarik disini, semua terbawa suasana menari bersama.
Tanpa sengaja Habibi yang sedang duduk kala itu di datangi Ainun, mereka bercerita tentang langkah dan study mereka. Habibi akan kuliah di Jerman Barat Fakultas Kapal terbang dan Ainun di UI Fakultas kedokteran.

Saat hari pertama masuk kuliah, masa perkenalan Ainun yang kala itu ditanya oleh seniornya alasan ingin menjdi dokter jawaban Ainun membuat seniornya merasa aneh dengan jawaban bahwa Ainun ingin kuliah di UI Fakultas kedokteran karena ingin mencari jodoh

Akhirnya kumpulan calon mahasiswa yang kena hukuman di masukan ke salah satu tempat, mereka d hukum dan di bending. Dari sanalah Ainun mendapatkan sahabat cewek tomboy yang ceplas ceplos dan cowok lembut yang ternyata pandai taekwondo ( keponakan Habibie )

Alasan Ainun ingin menjadi dokter karena pernah suatu kisah pada tahun 1944 pada masa penjajahan Jepang, Ainun pernah dengan cara sembunyi - sembunyi pergi dari rumah bersama ibunya untuk menolong seorang yang hendak melahirkan. Dari sanalah Ainun memiliki cita - cita ingin menolong orang.

Pertemuan dengan Ahmad sosok penting dalam kisah cinta Ainun yang diperankan oleh Jefri Nichole, saat keduanya tanpa sengaja bertemu di Rumah Sakit. Kebetulan saat itu, Ainun praktik bersama teman - temannya dengan menggunakan media mayat. Saat selesai dan hendak pergi keluar Ainun bertemu dengan Ahmad, awalnya Ahmad mengira bahwa Ainun adalah seorang perawat. Perbincangan pun semakin menarik kala Ainun menjelaskan dia adalah seorang mahasiswa, dan pada akhirnya Ahmad memperkenalkan dirinya.

Saat di kampus, Ahmad terus memandangi Ainun, teman Ainun yang tomboy tidak menyukai ada laki - laki yang memandang Ainun dengan cara seperti itu.
Akhirnya Ahmad di tantang duel, akhirnya Ahmad menyanggupi dan mulai bertanding dengan saah satu teman Ainun yang ternyata keponakn Habibie. Pertarungan mereka lumayan seru membuat semua mahasiswa taruhan, dan dipertengahan pertarungan tiba - tiba dihentikan karena alasan menyelamatkan agar teman - teman yang lain tidak berjudi.

Karena kesungguhan Ahmad, akhirnya teman - teman Ainun mengijinkan Ahmad menjadi salah satu bagian dari mereka.


Cerita pertemuan mereka menciptakan benih2 cinta dari keduanya.
Sosok Ahmad yang penyayang, yang berusaha menjaga Ainun dengan kesungguhan hati mampu membuat setiap wanita manapun pasti luluh.
Ahmad yang cerdas, mampu menghangatkan suasana, berani bertarung dengan para preman karena hampir menodai Ainun, kemudian berkelahi dengan teman sekelas Ainun ( senior yang tinggal kelas ) karena menghina dan merendahkan Ainun. Intinya Ahmad itu laki banget.

Keduanya terlihat saling mencintai dan melengkapi satu sama lain.

Ada saat / kejadian yang membut Ainun down, rasa percaya dirinya hampir hilang dan membuatnya merasa bersalah seumur hidup. Ketika Ahmad dan Ainun pergi ke wahana permaina, tiba - tiba salah satu wahana permainan rusak padahal ada pengunjung yang sedang naik. Ada salah satu anak yang terluka parah, Ainun mencoba membantu dan menolong, saat di bawa ke rumah sakit dan dilakukan tindakan lebih lanjut ternyata anak tersebut tidak tertolong dan meninggal. Pihak keluarga menyalahkn Ainun dan menyebutnya pembunuh.

Ainun terpukul dan sedih akhirnya pulang ke Bandung dalam keadaan down. Tapi ayahnya mampu menguatkan.

Saat kembali ke Jakarta, Ainun dan Ahmad pergi ke pantai. Ainun bertanya tujuan kedepan apa yang akan dilakukan oleh Ahmad. Ahmad ingin membawa Ainun keliling dunia,pergi dari Indonesia, Ahmad yang tidak menyukai Indonesia dan tidak menyukai pemikiran orang - orang Indonesia pada umumnya, ingin mengajak Ainun hidup bersama dan pergi dari Indonesia. Keputusan Ahmad ternyata tidak diterima oleh Ainun. Ainun ingin tetap tinggal di Indonesia dan menolong orang - orang yang sakit.
Ahmad seketika kecewa, namun berusaha mengikuti kemauan Ainun dan mencoba berusaha mengikuti kemauan Ainun. Tapi Ainun mencoba menjelaskan bahwa Ahmad berhak mengejar cita - citanya untuk menjelajah dunia dan mewujudkan cita - citanya. Keputusan berat membuat keduanya sedih begitu dalam, namun keputusan itu mampu diterima oleh mereka berdua.
Ahmad sendiri adalah anak dari Profesor yang mengajar di Fakultas kedoketeran, tepatnya yang mengajar Ainun. Namun saat kedunya memutuskan berakhir sang Profesor tetap berbaik hati terhadap Ainun karena kebaikan dan kecerdasan Ainun.

Ainun menjdi lulusan terbaik di UI. Betapa bangganya Ainun merasa menjadi bagian dari Indonesia dan ingin mengabdikan diri hanya untuk negeri ini.


Kisah Ahmad dan Ainun telah selesai, namun ending dari cerita ini Ainun akhirnya hidup bersama Habibie.

Kelemahan dari film ini adalah: sosok Ainun yang menolak hidup bersama Ahmad karena ingin menetap di Indonesia dan mengabdi untuk negeri. Namun menerima hidup bersama Habibie yang mengajaknya hidup di Jerman dan rela menanggalkan cita - citanya.

Tapi mungkin sebenarnya Ainun mencintai Habibie karena kecerdasan dan kecintaanya terhadap tanah air, Habibie ingin belajar membuat kapal terbang dan membanggakan Indonesia. Berbeda dengan sosok Ahmad yang dinilai disini kurang mencintai negerinya karena pemikiran orang - orangnya.

Barangkai Ainun juga tidak mau menghentikan langkah Ahmad untuk mengejar cita - citanya.

Pelajaran dari film ini:
Jodoh itu kata eyang Habibie " seromantis apapun, jika tidak memiliki frekuensi yang sama tidak akan hidup bersama"
Artinya : sebesar apapun perjuangan cinta seseorang, jika tidak digariskan sebagai takdirnya. Maka tidak mungkin bisa bersama

Kata eyang Ainun : " kita hidup dalam buku yang sama, namun halaman yang berbeda "
Artinya :meskipun mempunyai perasaan yang sama, namun jika tujuan yang berbeda sulit untuk hidup bersama / menyatu.

Nah kalian yang masih pacaran ingat belum tentu jodoh.
Kalo gak jodoh jangan kecewa harus kuat, dan tetap mengejar cita - cita seperti Ahmad yang berusaha mewujudkan cita - citanya.

Namanya juga jodoh sulit di tebak, namun tetap berprasangka baik ya guys, bahwa segala sesuatu sudah ada takaran dan garis hidup masing - masing.

Jadi penasaran siapa sebenarnya sosok Ahmad?yang sukses membuat baper dengan cintanya yang besar terhadap Ainun. Berharap ada film yang melanjutkan kisah ini, mungkin kisah tantang perjalanan / petualangan Ahmad.

Sebenarnya kisah Ainun dan Habibie itu dimulai dalam film part 1. Dimana keduanya sudah tumbuh menjdi sosok dewasa yang berjuang hidup bersama.

Kalo part 2 dan 3 menceritakan kisah cinta mereka yang masing - masing di jalani sama orang lain.

Jadi kalo gak nonton part 1 bakal bingung deh, seberapa besar cinta Habibie untuk Ainun. Tapi bagi anda yang udah nonton part 1, cerita ini pasti nyambung dan faham awal mula kisah cinta Habibie dan Ainun.

Karena kalo cuma nonton part 3, orang akan beranggapan bahwa Ahmadlah yang paling besar cintanya untuk Ainun.

Bagus filmnya mampu bikin baper, selain make up nya yang oke. Reza Rahardian berhasil menjelma menjadi sosok Habibie muda dengan efek muda dan peran menjadi Habibie sepuh dengan make up prosthetic nya.



Salut deh sama yang bikin film
Dulu kagum banget sama sosok Habibie, sekarang tambah lagi kagumnya sama sosok Ahmad heheh....

Yang belum nonton silahkan nonton biar gak penasaran


/>

0 komentar:

.comment-content a {display: none;}