Home » , » HARAPAN DITENGAH KESULITAN - SEMANGAT BELAJAR ANAK PERBATASAN DITENGAH KETERBATASAN

HARAPAN DITENGAH KESULITAN - SEMANGAT BELAJAR ANAK PERBATASAN DITENGAH KETERBATASAN


Gaji 125 rb/bulan

Cukup buat apa?bensin perjalanan? Bayar cicilan motor 

Jika dilihat dari nilainya uang segitu mana cukup. Rasanya kaget biasa nerima gaji lewat atm dengan nominal bahkan berlipat dari itu. Siapa yang mau ??

Tapi pernah tidak punya rasa ga apa - apa gak di bayar juga asal mereka bahagia.

Siapa??

Sekolah SMP MH  adalah sekolah pertama yang bikin aku jatuh cinta dan sayang sama anak - anak. 

Sekolah kecil, di perbatasan kabupaten dan kota. Sepanjang perjalanan disuguhkan dengan pemandangan hijau.

Siapa yang tidak sayang dengan mereka?

Mayoritas anak korban broken home, gak punya uang jajan, ada yang bahkan pulang sekolah langsung kerja ngejait ampe jam 10 malam, saat belajar lelah ketiduran. Ada juga yang jadi pemakul beras saat pulang sekolah, bahkan saat hujan gede pun itu anak masih kerja.

Malu rasanya, jika menunutut lebih. Sementara melihat mereka dengan beban hidup yang berat, suatu hari saya pernah menyuruh anak - anak menulis kisah sedih. Yang isinya beragam membuat  1 minggu gak bisa tidur. Kasian mereka benar - benar malang.

Ada yang rindu ayahnya yang hilang, ada yang benci ayah  karena meninggalkan, ada yang sehari jarang nemu nasi, ada semua macam kisah pilu ada disana.

Aku bahkan yang matre luluh dengan keadaan mereka, semua egoku yang tadinya melihat materi lenyap saat melihat keadaan seperti itu, tidak mudah jadi mereka dengan beban hidup yang berat mereka masih semangat dan mau Sekolah.

Aku bertemu kawan yang hebat pengajar yang penuh keikhlasan Bu Rizki namanya, dia rela ngasih les gratis buat salah satu anak yang punya kesulitan membaca. Kita pernah pulang jam 5 sore karena rasa sayangnya pada salah satu anak dan berharap anak tersebut bisa baca. Perjalanan jauh dari sekolah ke rumah ditambah hujan besar membuat kita kebulusan di jalan. Tapi itu tidak membuat kami kapok.

Siapa yang tidak sayang dan kasihan dengan anak yang punya kesulitan membaca itu, setiap hari harus menjalani kehidupan yang keras karena keadaan rumah yang tidak sehat. 

Pernah bu Rizki membawa 1 bungkus kue mari, lalu dibagian setiap keping pada satu anak. Bu Rizki nangis liat salah satu anak membagi 2 kue itu, dan potongannya dia simpan ke dalam tas,saat ditanya anak itu kenapa di simpan? Anak itu menjawab ini oleh - oleh buat adik.

Pemilik sekolah pernah mengadakan liburan sambil bagi rapot ke pantai nginep 2 malam, hebatnya lagi ongkos + makan bayar seadanya. Apa yang terjadi??? Anak - anak hanya bayar 5rb paling besar 10rb saja

 Semua ditanggung pemilik sekolah dimulai dari makan dan penginapan. Jumlah anak di sekolah itu tidak banyak, karena tidak semua anak d wilayah itu sekolah. Karena dengan tingkat ekonomi yang masih rendah kurang sadarnya tentang pendidikan, padahal sekolah benar - benar gratis. Murid hanya sekitar kurang lebih 40 anak

Bu Seli dan Pak Kital guru hebat, mereka punya cita - cita memajukan anak - anak di desa itu. Sekolah gratis baju gratis tinggal maunya saja anak - anak sekolah.

Dari mereka aku belajar bagaimana menyayangi anak - anak.

Ternyata benar, bahagia sekali setiap ada jadwal ketempat itu meski hujan panas atau cuaca bagaimana pun di tempuh. Pernah jatuh hingga bibir jontor, pernah terguling hingga baju kotor tapi gak bikin kapok.

Pantas saja banyak yang sayang mereka, pantas saja banyak yang bahagia saat melihat mereka tersenyum. Tidak semua bayaran yang kita terima harus dilihat dari berapa nilainya, ada rasa bahagia yang tidak bisa diukur dengan uang saat bersama anak - anak.

Hanya dengan hadiah 1 buah bengbeng aja, bikin anak - anak jadi rajin dan berusaha keras agar rajin sekolah dan nilai bagus. Ya ampun mereka sudah bahagia.

Saat itu selain di smp aku juga ngajar di smk, kisah anak-anak aku ceritakan pada rekan di sekolah. Bukan hanya aku yang nangis dan sedih ternyata mereka juga sama, ada guru - guru yang menyumbang baju dan makanan, bahkan uang. 

Aku suka bawa barang titipan teman - teman di Smk tiap hari jumat. Aku bagikan pada anak - anak, mendapatkan hadiah baju bekas saja anak - anak sudah girang bukan main.

Dan aku juga makin sayang sama anak - anak, saat aku kecelakaan bikin bibir jontor dan tangan bengkak. Masih sakit akupun tetap ke sekolah, jadwal ke SMK. Di loteng saat aku melihat kebawah ada anak smk yang memindahkan posisi motorku agar mudah aku pakai saat pulang.

Ada bahkan yang berkata, ibu jaga diri di jalan hati - hati sambil terus menatap. Halahhhh hati ini makin sayang pada mereka.

Aku bahagia dengan apa yang aku dapat saat itu, karena aku bersyukur bertemu dengan orang - orang yang penuh dengan keikhlasan sedikit banyak mengajarkan aku menjadi manusia yang peka dan peduli.

Aku jdi tahu, mengapa masih banyak honorer disana yang bertahan mengajar padahal mereka diupah dengan bayaran kecil.

Aku ingat pepatah salah satu kepala sekolah " jika ke sekolah berharap materi yang lebih itu salah, karena sekolah bukan ladang usaha"

Pepatah pengawas " sekolah tidak bisa kasih lebih semoga Alloh kasih pahala yang besar "

Benar saja bukan ladang usaha, maka itulah saya banyak melihat guru honorer yang mengajar sambil berwirausaha. Semoga Alloh memberikan rizqi dari jalan yang laen.

Untuk guru honorer, mengajar hanya sebuah kesenangan serta kebagahagiaan dan wirausaha sumber ladang usaha. Semoga tetap ikhlas,berusaha dan bersyukur

Semoga Alloh memberikan tempat yang mulia bagi mereka yang ikhlas , bersabar dan beryukur.  Dan mendapatkan rizki dari jalan yang tidak di sangka - sangka. Aamiin


/>

0 komentar:

.comment-content a {display: none;}